Kabupaten Batang Hari

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Contents

Geografis

Kabupaten Batang Hari terletak di bagian tengah Provinsi Jambi dengan luas wilayah 5.180,35 Km2. Kabupaten Batang Hari secara geografis terletak pada posisi 1º15’ lintang selatan sampai dengan 2º2’ lintang selatan dan diantara 102º30’ bujur timur sampai dengan 104º30’ bujur timur. Dalam lingkup provinsi letak Kabupaten Batang Hari berada di wilayah bagian tengah provinsi dan merupakan daerah perbukitan. Berdasarkan letak geografisnya Kabupaten Batang Hari berbatasan :

Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sarolangun dan Provinsi Sumatera Selatan.

Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Muaro Jambi.

Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Tebo.

Wilayah Kabupaten Batang Hari secara umum adalah berupa daerah perbukitan dengan ketinggian berkisar antara 11 – 500 m dari permukaan laut.

Sebagian besar wilayah Kabupaten Batang Hari berada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Batanghari dengan rawa-rawa yang sepanjang tahun tergenang air. Secara geomorfologis wilayah Kabupaten Batang Hari merupakan daerah landai yang memiliki kemiringan berkisar antara 0 – 8 persen (92,28 persen).

Kecamatan yang terletak didaerah hulu Sungai Batanghari cenderung lebih bergelombang dibandingkan daerah hilirnya. Daerah bergelombang terdapat di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kecamatan Batin XXIV, Kecamatan Mersam dan Kecamatan Maro Sebo Ilir. Kecamatan Muara Tembesi, Kecamatan Muara Bulian, Kecamatan Bajubang dan Kecamatan Pemayung memiliki topografi yang cenderung lebih datar/landai sedangkan daerah dengan topografi miring dalam wilayah Kabupaten Batang Hari bisa dikatakan tidak ada.

Kabupaten Batang Hari beriklim tropis dengan temperatur udara berkisar antara 20-30 derajat celcius. Hasil pengamatan dalam 5 (lima) tahun terakhir menunjukkan bahwa jumlah curah hujan rata-rata pertahun berkisar antara 2.264,6 – 2.976,4 mm dengan kelembaban antara 62,66 – 84,55 persen serta penyinaran berkisar antara 89,3 – 133,9 persen. Curah hujan di Kabupaten Batang Hari selama tahun 2004 berjumlah 2.398,3 mm dengan banyaknya hari hujan 176 hari. Rata-rata curah hujan per bulan berkisar 199,9 mm sementara rata-rata jumlah hari hujan perbulan adalah 14 hari.

Wilayah Kabupaten Batang Hari dilalui oleh dua sungai besar yaitu Batang Tembesi dan Sungai Batanghari. Beberapa sungai lainnya yang relatif besar antara lain adalah Sungai Dangun Bangko, Sungai Kayu Aro, Sungai Rengas, Sungai Lingkar, Sungai Kejasung Besar, Sungai Jebak. Disamping sungai besar tadi terdapat pula beberapa sungai kecil yang merupakan anak-anak sungai yaitu Sungai Singoan, Sungai Bernai, Sungai Mersam, Sungai Bulian, Sungai Kandang, Sungai Aur, Sungai Bacang dan lain – lain.

Kondisi geologi dan struktur tanah yang terdapat dalam wilayah Kabupaten Batang Hari antara lain didominasi oleh Neogin seluas 283.986 Ha diikuti endapan seluas 171.662 Ha dan Tufa Vulcan seluas 84.472 Ha.

Penyebaran struktur jenis Neogin terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Maro Sebo Ulu seluas 74.660 Ha atau 26,29 persen, sebagian wilayah Kecamatan Pemayung seluas 53.822 Ha atau 18,95 persen dan Kecamatan Mersam seluas 43.353 Ha atau 15,26 persen. Untuk jenis endapan tersebar hampir merata di tiap kecamatan sedangkan Tufa Vulcan terkonsentrasi di Kecamatan Batin XXIV seluas 32.247 Ha atau 38,17 persen dan selebihnya hampir menyebar di semua kecamatan.

Keadaan struktur tanah yang ada di Kabupaten Batang Hari terdiri dari 2 (dua) jenis tanah, yaitu jenis tanah alluvial dan padsolik merah kuning. Jenis tanah alluvial berada di sekitar Sungai Batanghari dan Sungai Batang Tembesi.


Demografi

Kabupaten ini pada akhir tahun 2000 mempunyai jumlah penduduk 191.727 jiwa. Dilihat dari struktur umur, sekitar 60,19 persen adalah penduduk usia produktif dan sisanya 39,81% kaum lanjut usia, dan anak-anak yang memerlukan sentuhan investasi untuk menjadikan mereka generasi yang berkualitas di masa depan. Penduduk di daerah ini terdiri dari berbagai sukiu seperti : Melayu, Jawa, Sunda, Batak, Minang, Cina, dan Suku-suku lain yang jumlahnya relatif kecil.


Sejarah

KABUPATEN Batang Hari dengan FILOSOFI “ Serentak Bak Regam “ beribukota Muara Bulian dibentuk Tanggal 1 Desember 1948 melalui Peraturan Komisaris Pemerintah RI di Bukit Tinggi No.81/Kom/U tanggal 30 Nopember 1948 dengan Pusat Pemerintahan waktu itu di Jambi, Sekarang kota Jambi, dan merupakan satu dari 11 Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi, sedang Provinsi Jambi dibentuk dengan UU Darurat No.19 tahun 1957 bersamaan dengan pembentukan Provinsi Sumatera Barat dan Riau.

Secara historis, pada masa pemerintahan Nurdin sebagai Bupati Pertama 1950 -1952 kawasan Batang Hari masih belum memiliki otonomi dan kedudukan pusat pemerintahan sebagai Daerah Tk. II secara pasti, ini berlangsung hingga masa kepemimpinan M.Djamin Datuk Bagindo 1952-1963, dan Abdul Manaf Bupati ketiga 1953-1954.

Namun demikian pembangunan di kawasan Kabupaten Batang Hari terus berjalan. Sejak tahun 1954 cikal bakal pemimpin-pemimpin wilayah Batang Hari dalam hal memperbaiki mekanisme pemerintahan daerah serta mewujudkan berbagai apek pembangunan mulai dirintis sebagai langkah awal menuju pembangunan berikutnya.

Tahun 1954-1956 Batanghari dipimpin oleh Bupati Madolangeng, Tahun 1956-1957 R. Sunarto, tahun 1957-1958 dipimpin oleh Ali Sudin, dan Tahun 1958-1966 saat dipimpin oleh H. Bakri Sulaiman terjadi perubahan otoritas pemerintahan. Tahun 1963 Pusat pemerintahan Kabupaten Batang Hari dipindah ke KM.10 Kenali Asam (saat ini masuk wilayah Kota Jambi). Tahun 1965 sesuai UU No.7 Tahun 1965, Kabupaten Batang Hari dimekarkan menjadi 2 Daerah Tingkat II yakni Kabupaten Dati II Batang Hari yang beribukota KM. 10 Kenali Asam dan Kabupaten Tanjung Jabung yang beribukota Kuala Tungkal.

Tahun 1966-1968 Kabupaten Batang Hari dipimpin Drs. H.Z. Muchtar DM dan tahun 1968-1979 dilanjutkan oleh Rd. Syuhur. Tahun 1979 Pusat Pemerintahan Kabupaten Batang Hari dipindahkan dari Km. 10 Kenali Asam ke Muara Bulian berdasarkan UU NO. 12 Tahun 1979 dan diresmikan oleh Mendagri Bapak Amir Machmud tanggal 21 Juli 1979.

Tahun 1981-1991 Kabupaten Batanghari dipimpin oleh Drs.H. Hasip Kalimuddinsyam. Tahun 1991-2001 Batanghari dipimpin oleh Bupati H.M. Saman Chatib, SH. sejalan dengan era reformasi dan tuntutan otonomi daerah Kabupaten Batang Hari. Berdasarkan UU. No. 54 tahun 1999 dimekarkan kembali menjadi 2, yakni Kabupaten Batang Hari yang beribukota Muara Bulian dan Kabupaten Muaro Jambi yang beribukota Sengeti yang peresmian dilakukan oleh Mendagri di Jakarta bulan Oktober 1999, sehingga saat ini Kabupaten Batanghari memiliki luas wilayah 5.809,43 Km persegi, berpenduduk sampai Desember 2010 sebanyak 240.763 jiwa tersebar pada 8 Kecamatan dengan 100 Desa dan 13 Kelurahan.

Tahun 2001-2006 Kabupaten Batang Hari dipimpin oleh H. Abdul Fattah, SH dengan Wakilnya Ir. Syahirsah, Sy yang menjadi Wakil Bupati pertama sejak Batang Hari berdiri. Tahun 2006-2011 Kabupaten Batanghari dipimpin oleh Bupati Ir. Syahirsah, Sy dengan Wakil Bupati H. Ardian Faisal, SE, MSi (Putra HM. Saman Chatib, SH), sebagai Bupati dan Wakil Bupati yang dipilih langsung oleh rakyat untuk yang pertama kali melalui proses Pilkada Langsung.

Tahun 2011 Kabupaten Batang Hari dipimpin oleh H. Abdul Fattah, SH dan Sinwan, SH yang menjadi Bupati dan wakil Bupati Batang Hari periode 2011-2016.

Berkenaan dengan HUT Kabupaten Batang Hari ke-63 Tahun 2011, Bupati H. Abdul Fattah, SH dan Wakil Bupati Sinwan, SH atas nama Pribadi dan Pemkab Batang Hari mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat Bumi Serentak Bak Regam agar selalu mengingat, mengenang, dan merayakan hari lahir Kabupaten Batang Hari yakni setiap Tanggal 1 Desember dengan serangkaian kegiatan positif, sehingga generasi penerus kita tahu dan menghargai sejarah, guna membangun Batang Hari ke depan yang lebih baik, untuk mewujudkan Batanghari Berlian 2016.

Kabupaten Batang Hari mengalami dua kali pemekaran, yang pertama sesuai UU No.7 Tahun 1965 Kabupaten Batang Hari dimekarkan menjaddi dua Daerah Tingkat II, yakni Kabupaten Batang Hari beribukota Kenali Asam dan Kabupaten Tanjung Jabung yang beribukota Kuala Tungkal, Kedua, sesuai dengan UU No. 54 Tahun 1999 Kabupaten BatangHari kembvali dimekarkan menjadi Dua Kabupaten yakni Kabupaten Batang Hari dengan Ibukota Muara Bulian dan Kabupaten Muaro Jambi beribukota Sengeti.


Potensi

Kehutanan

Kabupaten Batang Hari yang kaya potensi alamnya, memiliki kawasan hutan untuk Penelitian, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan, budaya dan wisata alam.Kawawasan hutan yang tersedia untuk TAHURA Sultan Tha Syaifuddin selauas 15,830 Ha yang berlolaksi di Kecamatan Bajubang, Muara Bulian, Muara Tembesi dan Kecamatan Barti XXIV. Kemudian Kawasan Hutan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Sari seluas 315 Ha, berlokasi di Kecamatan Muaro Sebo Ulu, dan Cagar Alam Durian Luncuk seluas 41,37 Ha di Kecamatan Batin XXIV.

Kemudian untuk investasi produksi hasil hutan (Kayu dan Non Kayu) pola IUPHHK-HT dan IUPHHK-HTR di kawasan hutan HP Sungai Serengam Hilir seluas 7,742 Ha di Kecamatan Batin XXIV, HP Batang Tabir sebluas 865 Ha di Kecamatan Maro Sebo Ulu, HP Pasir Mayang Danau Bangko seluas 1,650 Ha di Kecamatan Pemayung dan HPT Sengkati Kehidupan seluas 3,535 Ha di Kecamatan Muara Tembesi dan Mersam.Sedangkan hutan Integgrasi Sylvopastura (Hutan dan Ternak) pola IUPHHK-HA HP Sungai Serengam Hilir seluas 3,383 Ha di Kecamatan Batin XXIV (Desa Olak Besar, Jeluti dan Hajran).

Perkebunan

Posisi geografis Kabupaten Batang Hari yang terletak diantara 1015’ dan 202 LS dan antara 102030’ BT dan 104030’ BT. Daerah ini beriklim tropis dengan tingkat elevasi sebagian besar dataran rendah, dengan ketinggian antara 11 s.d 100 meter dpl (92,67%). Sisanya antara 101 s.d 500 meter dpl.Letak geografis tersebut merupakan karunia tuhan yang sangat mendukung untuk pembangunan ekonomi kerakyatan, khususnya sektor perkebunan, baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar.

Bagi Kabupaten Batang Hari sektor perkebunan merupakan sektor paling dominan dan berperan besar dalam perekonomi daerah.Besarnya peran sektor perkebunan dilihat variabel ekonomi, yaitu kontribusinya terhadap PDRB, penyerapan tenaga kerja dan ketersediaan sumberdaya alam.Sektor perkebunan merupakan sektor yang tertinggi kontribusinya terhadap PDRB Batang Hari. Pada tahun 2006 kontribusi sektorperkebunan terhadap PDRB atas dasar Harga Konstan sebesar 16,73%, tahun 2007 sebesar 16,83%, tahun 2008 sebesar 16,55% dan pada tahun 2009 tetap sebesar 16,55%. Sekalipun adanya kecenderungan menurun, namun secara kuantitatif perkembangan sektor ini cukup signifikan.

Besarnya peranan sektor perkebunan terhadap perekonomian Batang Hari dapat pula dilihat dari “share”-nya terhadap penyerapan tenaga kerja yang masih sangat signifikan, yaitu sekitar 64,09% dari total rumah tangga masyarakat Batang Hari hidup sebagai petani pada sektor perkebunan. Kondisi ini didukung oleh ketersediaan sumberdaya alam di sektor perkebunan.Dari luas wilayah 518.035 Ha, memiliki potensi bidang perkebunan sebesar ± 336.722 ha atau ± 65 % terutama untuk komoditi karet dan kelapa sawit.

Mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Batang Hari, bahwa salah satu misi yang hendak diemban pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam lima tahun ke depan (2011-2016) adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang masih sangat khas, yang diwarnai oleh masyarakat pertanian, terutama perkebunan. Meskipun memiliki trend yang cendrung menurun, mayoritas masyarakat Kabupaten Batang Hari masih hidup dari sektor perkebunan. Pada tahun 2010, sekitar 64,09 persen dari total rumah tangga masyarakat Kabupaten Batang Hari yang hidup sebagai petani perkebunan. Besarnya persentase jumlah penduduk Kabupaten Batang Hari yang masih hidup dari sektor perkebunan menunjukkan bahwa sektor ini masih merupakan sektor sentral dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Disamping itu kontribusi sektor perkebunan yang masih cukup besar terhadap PDRB daerah juga merupakan alasan yang kuat untuk menjadikan revitalisasi perkebunan sebagai salah satu prioritas pembangunan dalam rangka mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang Hari.

Revitalisasi perkebunan pada hakekatnya tidak hanya semata meningkatkan kontribusi sektor perkebunan terhadap perolehan PDRB, tapi lebih dari pada itu melalui prioritas pembangunan tersebut, akan tercipta lapangan pekerjaan yang lebih besar sehingga tingkat pengangguran dapat ditekan, jumlah keluarga miskin dapat dikurangi dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan. Pada gilirannya, ekonomi Kabupaten Batang Hari yang berbasis kerakyatan dapat terwujudkan.

Sektor perkebunan di Kabupaten Batang Hari diwarnai dengan usaha perkebunan dua komoditas unggulan karet dan kelapa sawit. Pada akhir tahun 2010 tercatat luas tanaman karet di Kabupaten Batang Hari 111.619 Ha dengan produktivitas 830 kg/Ha/tahun. Dari luas tanaman 111.619 Ha, yang terdiri dari tanaman muda / belum menghasilkan seluas 21.299 Ha (19,08%). tanaman menghasilkan 75.347 Ha (67,50%) dan tanaman karet tua/ rusak 14.973 Ha (13.41%).

Sedangkan komiditi kelapa sawit pada akhir tahun 2010 angka sementara tercatat seluas 66.674,7 Ha dengan produktivitas 3.307 kg CPO/ha/tahun yang terdiri dari yang terdiri dari tanaman muda / belum menghasilkan seluas 9.571,2 Ha (14,32%).tanaman menghasilkan 53.615,5 Ha (80,41%) dan tanaman tua/ rusak 3.488 Ha (5,23%).

Dari luas 66.674,7 Ha tersebut meliputi perkebunan rakyat 32.003 Ha (47,9%), Perkebunan BUMN/PTP 2.225 Ha (3,35%), dan Perkebunan Besar Swasta Nasional (PBSN) seluas 32.435,1 Ha (48,6%).

Secara umum masalah pokok yang dihadapi pada sektor perkebunan adalah rendahnya produksi dan produktivitas serta mutu produksi.Hal ini diantaranya disebabkan karena luasnya tanaman tua atau rusak terutama untuk komoditi karet dan rendahnya mutu bibit yang digunakan dan mutu produk.Selain itu masih banyak potensi perkebunan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Produktivitas yang rendah disertai oleh penguasaan teknik produksi yang kurang memadai, distribusi pemasaran yang kurang baik menyebabkan posisi tawar petani karet menjadi lemah.Pada gilirannya pendapatan petani dari usaha perkebunan karet rakyat menjadi sangat rendah. Dengan harapan akan dapat memperoleh pendapatan yang lebih baik, sejumlah lahan perkebunan karet tua dewasa ini telah pula dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit.


Wilayah Kabupaten Batang Hari


Pesantren

Pesantren di Kabupaten Batang Hari


Pengurus Nahdlatul Ulama

PCNU Kabupaten Batang Hari


Tokoh

Tokoh di Kabupaten Batang Hari




Sumber :

http://www.batangharikab.go.id

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox