Kabupaten Indragiri Hulu

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Contents

Geografis

Luas wilayah Kabupaten Indragiri Hulu meliputi 8.198.26 km² (819.826,0 Ha) yang terdiri dari daratan rendah, daratan tinggi rawa-rawa dengan ketinggian 50-100m diatas permukaan laut. Kabupaten Indragiri Hulu terletak di : 0°15’ Lintang Utara, 1°5’ Lintang Selatan, 101°10’ Bujur Timur, 102°48’ Bujur Timur. Kabupaten Indragiri Hulu Berbatasan dengan :

- Sebelah Utara denga kabupaten Pelalawan

- Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bungo Tebo(Propinsi Jambi)

- Sebelah barat dengan Kabupaten Kuantan Singingi

- Sebelah timur dengan Kabupaten Indragiri Hilir

Ibukota kecamatan dengan jarak terjauh dari ibukota kabupaten adalah Ibukota kecamatan batang Peranap dengan jarak 96 km, sedangkan jarak terdekat dengan ibukota kabupaten adalah ibukota kecamatan rengat yaiutu 0 km. Suhu dan kelembapan udara disuatu tempat antara lain ditentukan oleh rendahnya tempat tersebut dengan permukaan laut dan jaraknya dari pantai.suhu udara maksimum pada tahun 2009 yaitu 33,4°C, sedangkan suhu minimum berkisar pada 21,9°C. Kelembapan udara maksimum cukup tini yaitu 98°C, sedankan kelembapan udara minimum berkisar pada 51°C, dengan rata-rat kelembapan udara 83°C.

Curah hujan disuatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan ortografi dan perputaran/pertemuan arus udara, oleh karena itu jamlah curah hujan beragam menurut bulan dan stasiun pengamat. Curah hujan tertinggi pada tahun 2009 sebesar 463,3 mm, Sedankan curah hujan terendah adalah 56,3mm.



Demografi

Piramida penduduk Indragiri Hulu 2010 menggambarkan komposisi penduduk yang didominasi oleh penduduk usia produktif. Penduduk usia produktif di Indragiri Hulu mengalami peningkatan dari 63,23% pada 2009, menjadi 64,66% pada 2010. Persentase penduduk usia produktif yang meningkat harus menjadi perhatian pemerintah sehingga dapat mengoptimalkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam di Indragiri Hulu.

Jumlah penduduk Indragiri Hulu mencapai 336.716 jiwa pada tahun 2008. Angka ini terus meningkat dan pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 363.442 jiwa. Tingkat pertumbuhan penduduk yang sempat meningkat drastis pada 2009 hingga mencapai 5,01 persen kembali turun pada tahun 2010 yaitu sebesar 2,78 persen. Dengan turunnya tingkat pertumbuhan penduduk, mengindikasikan keberhasilan program pemerintah untuk menjaga tingkat pertumbuhan penduduk pada level rendah. Wilayah Indragiri Hulu dengan luas sekitar 8.198,26 km2, setiap km ditempati penduduk sebanyak 44 jiwa pada tahun 2010.

Jumlah penduduk laki-laki di Indragiri Hulu secara umum lebih banyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan. Pada tahun 2010, untuk setiap 100 penduduk perempuan terdapat 106 penduduk laki-laki.


Sejarah

Periode sebelum tahun 1945

Zaman sebelum penjajahan kolonial belanda

Zaman sebelum VOC Pemerintahan kolonial belanda datang dan memerintah di indonesia daerah Indragiri Hulu dan Teluk Kuantan merupakan Kerajaan. Kerajaan Indragiri diperintah oleh Raja atau Sultan yang berkedudukan di Pekan Tua yang terletak sekitar 75 Km sebelah timur kota rengat. Raja pertamanya adalah Raja Kocik Mambang alias Raja Melayu 1 yang memerintah dari tahun 1298 sampai tahun 1337 dan raja terakhir yang memerintah adalah Tengku Muhammad dengan gelar Sultan Muhammad Syeh.

Wilayah Kerajaan Indragiri pada waktu itu meliputi Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Indragiri Hulu sekarang, kecuali Kecamatan Cerenti, Kuantan Hilir, Kuantan Tengah, Kuantan Mudik yang merupka bagian dari Kerajaan Kuantan sedangkan Kuantan Singingi pada waktu itu termasuk wilayah I Kerajaan Siak.

===Zaman Pemerintahaan Kolonial Belanda===

Setelah VOC pada waktu itu daerah ini dikuasai oleh pemerintah Belanda dengan nama Afdeling Indragiri yang pernah diperintah oleh seorang Afdeling yang terdiri dari :

   Order Afdeling/ District Rengat.
   Order Afdeling/ District  Tembilahan
   Order Afdeling/ District Teluk Kuantan

Order Afdeling ini dipakai oleh seorang District Hoofd. Masing-masing District dibagi dalah 4 Order District Hoofd atau disebut AMIR dalam wilayah kerajaan Indragiri. Karena luasnya wilayah dan sulitnya komunikasi serta untuk memperlancar roda pemerintahahn daerah maka sultan mengangkar beberapa AMIR yang sekarang Camat yaitu :

1. Amir yang berkedudukan di Kelayanguntuk Order District Pasir Penyu

2. Amir yang berkedudukan di Rengat untuk Order District Rengat.

3. Amir yang berkedudukan di sungai salak untuk Order District Tempuling.

4. Amir yan berkedudukan di Tembilahan

5. Amir yang berkedudukan di Kateman.

Khusus untu daerah Rantau Kuantan dimana daerah ini tidak berada dibawah kekuasaan Sultan Indragiri. Daerah ini diperintah oleh seorang citroleor yang berkedudukan di Teluk Kuantan dan Kuantan merupakan daerah otonom sendiri yan disebut dengan Kuantan Distriction, skerajaan yang hanya berkuasa memegang urusan adat, agama, pengadilan kecil dan urusan rakyat.

Zaman Pemerintahahn Fasis Jepan

Dengan kemenangan je pang dalam perang Asia Timur Raya dan didudukinya Indonesia dan beralih kekeuasaan Jepang. Dengan Indragiri pada waktu itu berada dibawah fasis Jepang, Pengauasaannya pada waktu itu disebut Bunshiho (bupati) dan dibantu oleh Gusaibu (Fatih) karena perpindahan Indragiri seakan-akan tidak ada lagi.

==Priode sedsudah tahun 1945==

Priode Tahun 1945-1965.

Dengan diproklamasikan kemerdekaan Indonesia tangal 17 Agustus 1945 maka didaerah-daerah dibentuk pula lembaga Ketata Negaraan yang dibwri wewenang untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan bersifat :

1. Penyerahan wewenang sepenuhnya baik yang menyangkut kebijaksanaan, perencanaan, pelaksanaan, maupun pembiayaan.

2. Pelimpahan wewenang untuk melaksanakan urusan pemerintahaan pusat kepada aparat daerah.

3. Mengikutsertakan Oranisasi pemerintah daerah untuk melaksananak urusan pemerintah Daerah membantu pelaksanaan urusan pemerintah pusat.

Berdasarkan undang-undang nomor 10 tahun 1948 dibentuk Kabupaten Indragiri yang termasuk didalam provinsi Sumatra Tengah dan Diralisi denan surat keputusan Gubernur Militer Sumatra Tengah pada tanggal 9 November 1948 nomor 10/GM/T.49, kemudian dengan undang-undang nomor 4 tahun 1952 dan undang-undang nomor 12 tahun 1956 dibentuk daerah Otonom dalam Provinsi Sumatra Tengah termasuk Kabupaten Indragiri.

 Kabupaten Indragiri pada waktu itu terdiri dari 4 Kewedanaan, 17 Kecamatan yaitu Kewedanaan Indragiri Hilir Selatan, Indragiri Hulu Utara, Indragiri Hulu dan Kewedanaan Kuantan Singingi. Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 50 tahun  1963 status kewedaan dihapus bersama dengan penghapusan empar kewedaan dalam Kabupaten Indragiri.

Dengan undang-undang nomor 61 tahun 1958 Dibentuk Provinsi Riau dengan ibu kota Pekanbaru yang terdiri dari lima dasserah tingkat II masing-masing Kabupaten Kampar, Indrairi, Benkalis, Kabupaten Kepulauan Riau dan Kotamadya Pekanbaru.

Priode tahun 1965 sampai sekarang

Dengan dibentuknya Provinsi Riau denan undang-undang nomor 61 tahun 1958 maka timbullah didua kewedaan tersebut yaitu kewedaan Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu.

Dengan perjuangan yang disalurkan melalui Panitia Persiapan Pembentukan kabupaten Indrairi Hilir dan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royon Kabupaten Indragiri ternyata hasrat tersebut mendapat dukungan dari DPRD Riau dan DPRGR pusat.

Berdasarkan undang-undang nomor 6 tahun 1965 maka terjadilah pemekaran Kabupaten Indrairi menjadi dua kabupaten yaitu :

   Kabupaten Indragiri Hilir dengan ibukotanya Tembilahan, terdiri dari delapan kecamatan , sekarang 11 kecamatan.

2. Kabupaten Indragiri hulu dengan Ibukotanya Rengat, terdiri dari 9 Kecamatan yaiut :

a.Kec. Rengat Ibukota Renat

b. Kec Pasir Penyu ibukota Air Molek

c.Kec Seberida ibukota Pangkalan Kasai

d. Kec. Peranap ibukota Peranap

e. Kec. Kuantan Hilir ibukora Baserah

f. Kec kuantan tenah ibukota Taluk Kuantan.

g.Kec. Kuantan Mudik ibukota Lubuk Jambi.

h. Kec Singingi ibukota Muara Lembu.


Pada tahun 1996 terjadi penambahan kecamatan dengan adanya pemekaran Kecamatan Kuantan Tengah, Pasir Penyu, dan Renat, Kecamatan Yang baru adalah :

1.Kec. Benai ibukota Benai

2.Kec. Kelayang ibukota Simpang Kelayang

3.Kec. Rengat Barat ibukota Pematang Reba.


Pada tahun 1999 Kabupaten Indragiri Hulu dipecah lagi menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Kuansing yan berkedudukan di Taluk Kuantan dan Kabupaten Indragiri Hulu berkedudukan di Rengat. Pada tahu 2004 mengalami beberapa pemekaran wilayah Kecamatan sehingga menjadi 14 kecamatan :

1.Kec. Rengat ibukota Rengat

2.Kec. Rengat Barat, ibukota Pematang Reba

3.Kec. Seberida, ibukota Pangkalan Kasai

4.Kec. Batang Gangsal, ibukota Seberida

5.Kec. Batang Cenaku, ibukota Aur Cina

6.Kec. Pasir Penyu, ibukota Air Molek

7.Kec. Lirik, ibukota Lirik

8.Kec. Kelayang, ibukota Simpan Kelayang

9.Kecamatan Peranap ibukota Peranap

10. Kec. Batang Peranap, ibukota Pematang

11. Kec. Rakit Kulim, ibukota Petonggan

12. Kec. Sungai Lala, ibukota Kelawa

13. Kec. Lubuk Batu Jays, ibukota Lubuk Batu Tinggal

14. Kec. Kuala Cenaku, ibukota Kuala Cenaku.


Sosial dan Budaya

Penduduk di Kabupaten Indragiri Hulu dari berbagai macam suku bangsa sebahagian besar adalah suku Melayu, yang mana sampai saat ini suku Melayu tersebut masih memegang teguh adat istiadatnya terutama penduduk yang berada dipedesaan (kampung), demikian juga dengan para pendatang di Kabupaten Indragiri Hulu selain mereka memegang adat istiadatnya sendiri yang sesuai dengan latar belakang kehidupan sukunya, mereka juga ikut berbaur dengan adat istiadat daerah ini sehingga adat istiadat/kebudayaan di Kabupaten Indragiri Hulu tetap lestari, baik dalam upacara adat, upacara tradisional serta berbagai bentuk sastra lisan lainnya.

Secara umum penduduk Indragiri Hulu saling berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa Malayu yakni bahasa Ibunya. Selain bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi, disamping bahasa Melayu di daerah ini juga terdapat bahasa Minang, Jawa, Batak, dll.



Potensi

Produk Unggulan

Produk unggulan yang terdapat di Kabupaten Indragiri Hulu masih disektor pertanian yakni diperkebunan Karet dan Kelapa Sawit.

Sumber Daya Alam

Potensi sumber daya alam terbesar di daerah ini adalah sektor pertambangan yaitu Minyak bumi, Emas, Batu Bara, Pasir Kuarsa, dll. Sesuai dengan keadaan tanahnya, daerah ini memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan di bidang pertanian dan perkebunan.

Agribisnis

Agribisnis pengembangan budaya komoditi pertanian yang dapat diusahakan adalah :

1. Komoditi tanaman pangan dan holtikultura: Kedondong, Rambutan, Durian, Jagung, Kedelai, Nenas, Pisang, Sayuran dataran rendah, Tanaman Hias/anggrek, dll.

2. Komoditi Perikanan: Tambak Udang air tawar, budidaya dan penangkapan ikan, dll.

3. Komoditi Perkebunan: Karet, Kelapa Sawit, Kelapa Hibrida, Kakau, dll.

4. Komoditi Peternakan: Peternakan Ayam Ras, Ayam Buras, Buaya, pengembangan dan peternakan sapi potong, pengemukan sapi, dll.

Dalam pengadaan pupuk terdapat industri penyediaan pupuk organik dan anorganik separti : Pupuk kandang, kompos, kapur pertanian, dll.

Hasil Hutan

Hutan Tanaman Industri yang mengelola hasil hutan yang terdapat di Indragiri Hulu diantaranya yaitu : Damar, Rotan, Madu, Tengkawang, Gaharu, Pohon lain yang bukan dilindungi.

Pertambangan Dan Energi

Potensi Sumber Daya Alam Mineral yang terbesar di Kabupaten Indragiri Hulu adalah berupa bahan galian :

• Golongan A, Yang terdiri dari : Minyak Bumi, Timah, Batu bara

• Golongan B Yang tediri dari : Gambut, Zirkon, Liminit, Monosit

• Golongan C Yang terdiri dari : Granit, Batu Gamping, Batu Kapur, Pasir Kuarsa (silikan), Kaolin, Tanah Liat, Bantonit, Pasir Batu, Batu Lamping





Wilayah Kabupaten Indragiri Hulu


Pesantren

Pesantren di Kabupaten Indragiri Hulu


Pengurus Nahdlatul Ulama

PCNU Kabupaten Indragiri Hulu


Tokoh

Sumber : http://www.inhukab.go.id http://inhukab.bps.go.id http://bebas.vlsm.org

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox