Kabupaten Kayong Utara

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Contents

Geografis

Secara geografi,kabupaten kayong utara berada disisi selatan provinsi kalimantan barat atau berada pada posisi 00 43’5,15’’lintang selatan sampai dengan 10 46’35,21’’lintang selatan dan 1080 40’58,88’’ bujur timur sampai dengan 1100 24’30,05’’ bujur timur.sedangkan secara administratif,batas wilayah KKU adalah sebagai berikut :

Utara  : Kabupaten Kubu Raya

Selatan  : Laut Jawa

Barat  : Laut Jawa

Timur  : Kabuapaten Ketapang

Kabupaten kayong utara merupakan kabupaten terkecil di kalimantan barat dengan luas wilayah mencapai 4.089 KM2. Dari 5 kecamatan pada akhir tahun 2007,kecamatan yang memiliki luas wilayah terluas adalah kecamatan simpang hilir (1.482 KM2 atau 33,69 % dari luas KKU) dan kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah kecamatan seponti yaitu 146 KM2 atau 3,46% dari luas Kabuapten Kayong Utara.

Dilihat dari jenis tanahnya sebagian besar daerah KKU terdiri dari tanah kuarter (322.040 hektar atau 76,30%) intusif dan plutoni asam (68,145 hektar atau 16,14%),efusif tak terbagi (24,825 hektar atau 5,88%,intrusif dan plutonik basa menengah (6,325 hektar atau 1.50 %) yang terhampar disebagian besar kecamatan.

Sebagian besar wilayah KKU merupakan perairan dan memiliki banyak pulau – pulau yang ada di KKU berjumlah 75. Pulau – pulau ini tersebar di kecamatan yaitu kecamatan sukadana,simpang hilir,dan pulau maya karimata.


Demografi

Pada tahun 2007 penduduk yang ada di Kabupaten Kayong Utara berjumlah 90.239 jiwa. Jika dibandingkan dengan luas wilayah Kayong Utara yaitu 4.221 Km2, maka kepadatan penduduk yang hanya 21 jiwa per Km2 terhitung masih sedikit. Dari penyebaran penduduk di Kayong Utara, dibanding dengan empat kecamatan lainnya, terlihat bahwa kecamatan Seponti adalah kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk terpadat yaitu sebesar 73 jiwa per Km2, kemudian diikuti Kecamatan Teluk Batang sebanyak 29 jiwa per Km2 dan Sukadana sebanyak 21 jiwa per Km2. Sedangkan kecamatan dengan kepadatan penduduk yang paling jarang adalah Kecamatan Pulau Maya Karimata 16 jiwa per Km2.

Pada tahun 2007 seks rasio atau perbandingan jenis kelamin antara penduduk lakilaki dan perempuan di Kabupaten Kayong Utara tercatat sebesar 106 yang artinya jika ada 106 penduduk laki-laki maka terdapat 100 penduduk perempuan.

Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kayong Utara selama kurun waktu 1980-1990 adalah sebesar 2,54 persen, kemudian pada kurun waktu 1990-2000 sebesar 1,29 persen dan pada tahun 2000-2007 laju pertumbuhan penduduknya sebesar 2,20 persen. Jika dilihat menurut kecamatan yang ada, maka laju pertumbuhan penduduk tertinggi pada tahun 2000-2007 terjadi di Kecamatan Sukadana dan Simpang Hilir (masing-masing 3,84 persen dan 3,41 persen).



Sejarah

Kabupaten Kayong Utara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat dengan ibukota Sukadana. Terbentuknya wilayah Kabupaten Kayong Utara yang diiringi oleh semangat reformasi dan merupakan pemekaran dari Kabupaten Ketapang didasari oleh undang-undang Kabupaten Kayong Utara dalam angka 2008. Undang-undang RI No.6 tahun 2007 dan surat Mendagri Februari 2007 Tentang Pedoman Pelaksanaan No.135/439/SJ tanggal 27 Februari 2007.


Potensi

Perikanan

Kabupaten Kayong Utara yang sebagian wilayahnya terdiri dari dari perairan baik berupa laut maupun sungai-sungai yang mengalir di beberapa kecamatan.

Keberadaan perairan ini yang merupakan suatu potensi yang baik untuk mengembangkan sektor perikanan baik perikanan laut, perikanan umum maupun budidaya kolam. Namun pada kenyataannya potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ketapang, pada tahun 2007 jumlah produksi perikanan Kabupaten Kayong Utara mencapai 16.158,80 ton. Kontribusi terbesar disumbang oleh perikanan laut, yaitu sebesar 10.551,90 ton. Produksi ikan awetan memberikan kontribusi terbesar kedua setelah perikanan laut, yaitu sebesar 5.089,90 ton. Sedangkan produksi perikanan umum dan budidaya kolam masing- masing adalah 502 ton dan 15 ton.

Adanya keterbatasan peralatan yang ada menyebabkan belum maksimalnya sektor perikanan ini menjadi penopang perekonomian di Kabupaten Kayong Utara. Peralatan yang digunakan (unit dan alat penangkapan ikan) masih bersifat tradisional. Potensi yang dimiliki di bidang perikanan ini masih banyak yang belum digali seperti jenis budidaya ikan darat yang masih kurang diminati oleh masyarakat.

Selain itu karena peralatan yang dimiliki oleh nelayan di Kayong Utara masih bersifat tradisional menyebabkan potensi perikanan laut banyak yang dicuri oleh nelayan asing yang masuk ke Indonesia. Untuk itu perlunya penanganan yang serius dan modal yang memadai guna memaksimalkan potensi perikanan yang ada.

Peternakan

Populasi ternak besar pada tahun 2007 di Kabupaten Kayong Utara untuk jenis sapi adalah 4.746 ekor, jumlah ternak kambing sebanyak 4.418 ekor, dan babi 2.087 ekor. Untuk jenis ternak kerbau jumlahnya tidak sebanyak ternak yang lain, hanya ada sebanyak 30 ekor.

Sedangkan pada populasi golongan ternak unggas ayam pedaging mencapai 15.023 ekor, ayam buras 100.063 ekor, dan itik 17.079 ekor, sedangkan ayam petelur belum diusahakan di Kabupaten Kayong Utara.

Jumlah rumah tangga pemelihara ternak pada tahun 2007 adalah rumah tangga peternak sapi, yaitu sebanyak 2.169 rumah tangga. Sedangkan rumah tangga peternak kerbau yang hanya 8 rumah tangga merupakan rumah tangga peternak yang paling sedikit.

Perkebunan

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perkebunan Kabupaten Ketapang, pada tahun 2007 ini tidak terjadi banyak perubahan produksi yang cukup signifikan untuk berbagai jenis tanaman perkebunan di daerah Kayong Utara jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Jenis tanaman kelapa sawit merupakan jenis tanaman perkebunan yang cukup potensial jika dikembangkan. Produksi kelapa sawit yang ada selama ini dirasa belum maksimal mengingat cukup luasnya wilayah Kabupaten Kayong utara. Selain itu tanah yang ada cocok jika dijadikan lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Untuk itu adanya investor baik dari dalam maupun dari luar negeri yang bisa mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kayong Utara masih sangat diperlukan.

Pertambangan

Kabupaten Kayong Utara memiliki potensi bahan galian. Ada beberapa jenis mineral yang tersimpan di kecamatankecamatan yang ada di Kabupaten Kayong Utara. Hal ini tentunya memberikan banyak keuntungan bagi pendapatan daerah. Data potensi bahan galian ini diperoleh dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang. Jenis mineral yang ada di Kabupaten Kayong Utara antara lain adalah Antimoni Stibium (Sb), Bauksit (Al2O3), Emas, Aurum (Au), Timah Putih (Sn), Pasir Kuasa, dan Granit. Selain itu, Kayong Utara juga berpotensi air terjun dan gambut.

Dari lima kecamatan yang ada di Kabupaten Kayong Utara, hanya ada dua kecamatan yang berpotensi. Dua daerah tersebut adalah Kecamatan Sukadana dan Kecamatan Pulau Maya Karimata. Daerah Sukadana berpotensi akan Aurum (Au), Timah Putih (Sn), Pasir Kuarsa dan Granit, tetapi masih berupa indikasi. Sedangkan untuk jenis mineral Bauksit (Al2O3) banyak terdapat di daerah Pulau Maya Karimata, melalui penelitian diketahui bahwa cadangan Bauksit (Al2O3) cukup luas. Pulau Maya Karimata juga berpotensi Antimoni Stibium (Sb), Emas dan Granit (diindikasikan adanya cadangan mineral). Namun di daerah Gunung Satai ternyata telah ditemukan cadangan granit lebih dari 3,14 juta ton. Jumlah ini lebih sedikit bila dibandingkan dengan cadangan granit yang ada di Kecamatan Sukadana. Dua daerah yang berpotensi Granit di Sukadana yaitu Gunung Palung dan Pekajan. Di dua daerah ini, ditemukan cadangan Granit sebesar lebih dari 100 juta ton.

Kecamatan Sukadana juga berpotensi gambut dan air terjun. Air terjun terdapat di daerah Riam Berasap dan Air Putih. Di Riam Berasap tinggi air terjun mencapai 7-8 meter dengan debit air 6,2 m3/detik. Sedangkan air terjun yang ada di Air Putih memiliki ketinggian 10-12 meter, lebih tinggi daripada air terjun yang ada di Riam Berasap. Namun debit airnya lebih rendah, hanya 0,2 m3/ detik. Jadi secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa Kayong Utara berpotensi akan bahan galian. Untuk itu masih diperlukan penanganan yang lebih serius agar bisa memaksimalkan potensi yang ada tersebut, sehingga nantinya dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya yang berada di Kabupaten Kayong Utara.


Wilayah Kabupaten Kayong Utara


Pesantren

Pesantren di Kabupaten Kayong Utara


Pengurus Nahdlatul Ulama

PCNU Kabupaten Kayong Utara


Tokoh

Tokoh di Kabupaten Kayong Utara



Sumber :

http://www.kayongutarakab.go.id/ http://bappeda.kayongutarakab.go.id

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox