Kabupaten Lombok Timur

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Contents

Geografis

Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu kabupaten diantara sembilan Kabupaten/Kota di Propinsi Nusa Tenggara Barat, berada di sebelah timur Pulau Lombok, dengan letak geografis antara 116° - 117° Bujur Timur dan 8° - 9° Lintang Selatan. Luas wilayahnya tercatat 2.679,88 km2 , terdiri atas daratan seluas 1.605,55 km2 atau (59,91%) dan lautan seluas 1.074,33 km2 (40,09 %). Secara administratif Kabupaten Lombok Timur terdiri dari 20 Kecamatan, 13 kelurahan, 106 Desa, 772 lingkungan/dusun dengan batas administrasi sebagai berikut :

Sebelah Utara : Laut Jawa

Sebelah Selatan  : Samudra Indonesia

Sebelah Barat : Kabupaten Lombok Tengah

Sebelah Timur : Selat Alas

Berdasarkan topografi wilayahnya, Kabupaten Lombok Timur terletak pada ketinggian antara 0 – 3.726 meter diatas permukaan laut dengan kemiringan lereng bervariasi mulai dari klas kemiringan lereng antara 0 – 2 % sampai klas kemiringan lereng lebih dari 40 %.

Hasil perhitungan BPN Kabupaten Lombok Timur menetapkan bahwa

• Kelas kemeringan lereng antara 0-2 % adalah berupa daerah dataran yang tersebar di Kecamatan Jerowaru, Keruak, Labuhan Haji dan Pringgabaya dengan luas keseluruhan mencapai 25.760 Ha;

• Kelas kelerengan antara 2-15% tersebar di Kecamatan Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Masbagik, Pringgasela, Aikmel, Wanasaba, Suela dan Sambalia dengan luas wilayah keseluruhan mencapai 96,763 Ha;

• Kelas kelerengan antara 15-40% mencakup Kecamatan Suela dan sebagian wilayah Kecamatan Sembalun;

• Kelas kelerengan lebih dari 40% meliputi daerah Pegunungan rinjani dengan luas wilayah mencapai 13.810 Ha.

Seperti daerah lainnya di Indonesia, Kabupaten Lombok Timur juga beriklim tropis yang ditandai dengan dua musim yaitu musim panas dan musim penghujan. Curah hujan rata-rata sebesar 1882 mm/tahun dengan jumlah hari hujan perbulan 15 hari. Adapun Kecamatan yang basah pada musim penghujan adalah Kecamatan Aikmel, Suela, Sembalun, Masbagik Pringgasela, Montong Gading. Sedangkan daerah kering adalah Kecamatan Keruak dan Jerowaru dengan curah hujan rata-rata 1.080 mm/tahun.


Demografi

Jumlah penduduk Kabupaten Lombok Timur berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS)mencapai 1.105.671 jiwa, yang terdiri dari pria 514.327 jiwa dan wanita 591.344 jiwa. Sehingga seks ratio-nya sebesar 87 per 100, artinya tiap 100 wanita terdapat 87 pria. Hal ini menggambarkan bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibanding jumlah penduduk laki-laki.

Tingkat kepadatan eksisting selama 5 tahun terakhir kabupaten Lombok Timur rata-rata 213 jiwa/KM berdasarkan analisa tingkat kepadatan penduduk pada tahun proyeksi menunjukkan angka peningkatan sebesar 1%. Tingkat kepadatan penduduk kabupaten Lombok Timur hingga tahun 2009 diperkirakan sebesar 240 jiwa/KM.

Sedangkan untuk tingkat pertumbuhan penduduk di Kabupaten Lombok Timur rata-rata berkembang sebesar 16.8% pertahun. Dengan kepadatan rata-ratanya mencapai 689 0rang per kilo meter persegi untuk tahun 2010.


Sejarah

Pada masa penjajahan Belanda Pulau Lombok dan Bali dijadikan satu wilayah kekuasaan pemerintahan dengan status Karesidenan dengan ibukota Singaraja berdasarkan Staabtlad Nomor 123 Tahun 1882 kemudian berdasarkan Staatblad Nomor 181 tahun 1895 tanggal 31 Agustus 1895 Pulau Lombok ditetapkan sebagai daerah yang diperintah langsung oleh Hindia Belanda. Staatblad ini kemudian disempurnakan dengan Staatblad Nomor 185 Tahun 1895 dimana Lombok diberikan status “Afdeeling” dengan ibukota Ampenan. Dalam afdeeling ini Lombok dibagi menjadi dua Onder Afdeeling yaitu Onder Afdeeling Lombok Timur dengan ibukota Sisi’ (Labuhan Haji) dan Onder Afdeeling Lombok Barat dengan ibukota Mataram, masing-masing Onder Afdeeling diperintah oleh seorang Contreleur (Kontrolir).

Untuk Lombok Timur dibagi menjadi 7 wilayah kedistrikan yaitu Pringgabaya, Masbagik, Rarang, Kopang, Sakra, Praya dan Batukliang. Akibat pecahnya perang Gandor melawan Belanda tahun 1897 dibawah pimpinan Raden Wirasasih dan Mamiq Mustiasih maka pada tanggal 11 Maret 1898 ibukota Lombok Timur dipindahkan dari Sisi’ ke Selong. Selanjutnya dengan Staatblad Nomor 248 tahun 1898 diadakan perubahan kembali terhadap Afdeeling Lombok yang semula 2 menjadi 3 Onder Afdeeling yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Untuk Onder Afdeeling Lombok Timur terdiri dari 4 kedistrikan yaitu Rarang, Masbagik, Sakra dan Pringgabaya. Dalam perkembangan berikutnya dibagi lagi menjadi 5 distrik yaitu:

• Rarang Barat dengan ibukota Sikur dipimpin oleh H. Kamaluddin

• Rarang Timur dengan ibukota Selong dipimpin oleh Lalu Mesir

• Masbagik dengan ibukota Masbagik dipimpin oleh H. Mustafa

• Sakra dengan ibukota Sakra dipimpin oleh Mamiq Mustiarep

• Pringgabaya dengan ibukota Pringgabaya dipimpin oleh L. Moersaid

Seiring dengan terbentuknya daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Barat dengan Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1958 maka dibentuk pula 6 (enam) Daerah Tingkat II dalam lingkungan Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Barat berdasarkan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 1958. Secara yuridis formal maka daerah Swatantra Tingkat II Lombok Timur terbentuk pada tanggal 14 Agustus 1958 yaitu sejak di undangkannya Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 dan Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958.

Pembentukan daerah Swatantra Tingkat II lombok Timur secara nyata dimulai dengan diangkatnya seorang Pejabat Sementara Kepala Daerah dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor UP.7/14/34/1958 tanggal 29 Oktober 1958 dan sebagai Pejabat Sementara Kepala Daerah ditetapkan Idris H.M. Djafar terhitung 1 Nopember 1958.

Setelah terbentuknya Daerah Swatantra Tingkat II Lombok Timur maka selambat-lambatnya dalam waktu 2 tahun PJS Kepala Daerah harus sudah membentuk Badan Legislatif (DPRD) yang akan memilih Kepala Daerah yang definitif. Dengan terbentuknya DPRD maka pada tanggal 29 Juli 1959 DPRD Lombok Timur berhasil memilih Anggota Dewan Pemerintah Daerah Peralihan yaitu Mamiq Djamilah, H.M. Yusi Muchsin Aminullah, Yakim, Abdul Hakim dan Ratmawa.

Dalam perkembangan berikutnya DPRD Daswati II Lombok Timur dengan keputusan Nomor 1/5/II/104/1960 tanggal 9 April 1960 mencalonkan dan mengusulkan L. Muslihin sebagai Kepala Daerah yang kemudian mendapat persetujuan pemerintah pusat dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor UP.7/12/41-1602 tanggal 2 Juli 1960. Dengan demikian L. Muslihin Bupati Kepala Daerah Lombok Timur yang pertama sebagai hasil pemilihan oleh DPRD Tingkat II Lombok Timur. Jabatan tersebut berakhir sampai 24 Nopember 1966.

Sejalan dengan pemerintahan di daerah maka berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I NTB tanggal 16 Mei 1965 Nomor 228/Pem.20/1/12 diadakan pemekaran dari 5 distrik menjadi 18 distrik (Kecamatan) yang membawahi 73 desa, yaitu Kecamatan Selong, Dasan Lekong, Tanjung, Suralaga, Rumbuk, Sakra, Keruak, Apitaik, Montong Betok, Sikur, Lendang Nangka, Kotaraja, Masbagik, Aikmel, Wanasaba, Pringgabaya, Sambelia dan Terara.

Dengan Surat Keputusan Mendagri Nomor UP.14/8/37-1702 tanggal 24 Nopember 1966 masa jabatan L. Muslihin berakhir dan diganti oleh Rahadi Tjipto Wardoyo sebagai pejabat Bupati sampai dengan 15 Agustus 1967. Selanjutnya dengan SK Mendagri Nomor UP.9/2/15-1138 tanggal 15 Agustus 1967 diangkatlah R.Roesdi menjadi Bupati Kepala Daerah Tingkat II Lombok Timur yang definitif. Pada masa pemerintahan R. Roesdi dibentuk alat-alat kelengkapan Pemerintah Daerah yaitu Badan Pemerintah Harian dengan anggota H.L.Moh. Imran, BA, Mustafa, Hasan, L. Fihir dan Moh. Amin.

Pada periode ini atas pertimbangan efisiensi dan rentang kendali pengawasan serta terbatasnya sarana dan prasarana maupun personil diadakanlah penyederhanaan kecamatan dari 18 menjadi 10 kecamatan yaitu Kecamatan Selong, Sukamulia, Sakra, Keruak, Terara, Sikur, Masbagik, Aikmel, Pringgabaya dan Sambelia.

Berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri Nomor Pemda/7/18/15-470 tanggal 10 Nopember 1973 masa jabatan R. Roesdi selaku Bupati KDH Tingkat II Lombok Timur diperpanjang. Kemudian dengan berlakunya UU Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintah di Daerah, kedudukan Bupati dipertegas sebagai penguasa tunggal di daerah sekaligus sebagai administrator pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Pada periode ini dibentuk Sekretariat Wilayah/Daerah sebagai pelaksana UU Nomor 5 tahun 1974. Pemerintah kecamatan pada masa ini masih tetap 10 kecamatan sedangkan desa berjumlah 96 dengan rincian desa swakarsa 91, swadaya 2 dan swasembada 3 desa. Jumlah dinas 6 buah yaitu Dinas Pertanian Rakyat, Perikanan, Perkebunan, Kesehatan, PU dan Dispenda sedangkan instansi vertikal 19 buah.

Perkembangan selanjutnya yaitu pada periode 1979-1988 Bupati KDH Tingkat II Lombok Timur dijabat oleh Saparwadi yang ditetapkan melalui SK Menteri Dalam Negeri Nomor Pem.7/4/31 tanggal 7 Februari 1979, jabatan ini dipangku selama 2 periode namun berakhir sebelum waktunya karena meninggal dunia 13 Maret 1987. Pada periode ini terjadi pergantian Sekwilda dari Moh. Amin kepada Drs. L. Djafar Suryadi. Oleh karena meninggalnya Saparwadi maka oleh Gubernur NTB Gatot Suherman menunjuk Sekwilda H. L. Djafar Surayadi sebagai Pelaksana Tugas Bupati Lombok Timur dengan SK Nomor 314 tahun 1987 tanggal 21 Desember 1987.

Kemudian dengan keputusan DPRD Nomor 033/SK.DPRD/6/1988, DPRD berhasil memilih calon Bupati Kepala Daerah yaitu Abdul Kadir dengan 36 suara, H.L.Ratmawa 5 suara dan Drs. H. Abdul Hakim 4 suara, dengan demikian maka Abdul Kadir berhak menduduki jabatan sebagai Bupati Lombok Timur sesuai SK Mendagri Nomor 131.62-556 tanggal 13 Juli 1988, jabatan ini berakhir sampai tahun 1993. Pada tahun 1989 terjadi pergantian Sekwilda dari Drs. Djafar Suryadi kepada Drs. H. L. Fikri yang dilantik 23 Nopember 1989.

Periode berikutnya tahun 1993-1998 Bupati Lombok Timur dijabat Moch. Sadir yang ditetapkan dengan SK Menteri Dalam Negeri Nomor 131.61-608 tanggal 3 Juli 1993 dan dilantik 28 Juli 1993. Pada masa kepemimpinan nya dibangun Wisma Haji Selong, Taman Kota Selong, Pintu Gerbang Selamat Datang serta Kolam Renang Tirta Karya Rinjani. Pada periode ini H.L. Fikri selaku Sekwilda ditarik ke Propinsi untuk sementara menunggu Sekwilda yang definitif ditunjuklah Moch. Aminuddin,BA Ketua BAPPEDA saat itu sebagai Pelaksana Tugas Sekwilda sampai dengan dilantiknya H. Syahdan, SH.,SIP. sebagai Sekwilda definif berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri Nomor 862.212.2-576 tanggal 8 Februari 1996.

Ditengah situasi negara yang sedang dilanda berbagai krisis dan berhembusnya era reformasi yang ditandai berhentinya Soeharto sebagai Presiden RI pada bulan Mei 1998, bulan Agustus 1998 DPRD Dati II Lotim berdasarkan hasil Pemilu 1997 megadakan pemilihan Bupati Lombok Timur masa bakti 1999-2003. Tiga calon Bupati saat itu adalah H. Moch. Ali Bin Dachlan, SH,Achman Muzahar, SH dan H. Syahdan, SH.,SIP. Dalam pemilihan itu H. Syahdan, SH.,SIP. terpilih sebagai Bupati dengan memperoleh suara 23, H. Moch. Ali Bin Dachlan, SH, meperoleh 21 suara sedangkan Achman Muzahar, SH tidak mendapat suara.

Pada kepemimpinan H. Syahdan, SH jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) dijabat oleh H. L. Kamaluddin, SH yang dilantik berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri Nomor 862.212.2-2145 tanggal 26 Mei 1999. Sebagai dampak bergulirnya era reformasi pada tahun 1999 dilaksanakan pemilihan umum diseluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Lombok Timur yang diikuti banyak partai politik. Dari hasil Pemilu 1999 di Lombok Timur berhasil membentuk DPRD periode 1999-2004. Pada periode ini berlangsung suksesi kepemimpinan Bupati Lombok Timur. DPRD berhasil menetapkan 5 pasangan calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. Pada pemilihan yang berlangsung sangat demokratis ini berhasil terpilih H. Moh. Ali Bin Dachlan sebagai Bupati Lombok Timur dan H. Rachmat Suhardi, SH sebagai Wakil Bupati Lombok Timur untuk masa bakti 2003-2008. Pasangan Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah ini dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 131.62-462 Tahun 2003 dan Nomor: 132.62-463 Tahun 2003 tertanggal 27 Agustus 2003.

Tahun 2004 berlangsung pemilihan umum anggota DPR/DPD, DPRD I, DPRD II, termasuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Untuk Kabupaten Lombok Timur berhasil terbentuk DPRD Periode 2004-2009 dan dilantik pada tanggal 5 Agustus 2004, sedangkan Pimpinan DPRD dilantik pada tanggal 18 Mei 2005 dengan Ketua H. M. Syamsul Luthfi, SE, Wakil Ketua TGH. Nasruddin dan H. Syamsuddin Gahtan. Pada tahun 2006 berlangsung pergantian jabatan Sekretaris Daerah dari H. L. Kamaluddin, SH kepada penggantinya L. Nirwan, SH.

Pada tanggal 7 Juli 2008 Lombok Timur melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang menetapkan 3 (tiga) pasangan Calon Kepala Daerah. Berdasarkan hasil rapat rekapitulasi perhitungan suara oleh KPUD Lotim, pasangan H.M. Sukiman Azmy dan H.M. Syamsul Luthfi (SUFI) meraih suara terbanyak yakni 49,90 persen suara. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 131.52 - 650 Tahun 2008 pasangan Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah ini dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur masa bhakti 2008-2013.


Potensi

Pertanian

perkembangan pertanian tanaman pangan diwilayah Kabupaten Lombok Timur yang memiliki potensi pengembangan adalah tanaman padi yang merupakan tanaman utama,selain itu tanamn jagung,ketela pohon / ubi jalar yang berkembang di wilayah kecamatan Aikmel,Terara,Suela dan Pringgabaya.

Pengembangan tanaman Holtikultura di Kabupaten Lombok Timur berupa sayur-sayuran dengan potensi pengembangan berada di kecamatam Sembalun, merupakan kawasan penghasil komoditi bawang putih/merah,wortel,kubis,tomat,kentang dll.

Jagung memiliki potensi lahan untuk dikembangkan di Lombok Timur mencapai 30,646 Ha. Dari jumlah baru di antaranya yang sudah dimamfaatkan,sehingga masih tersisa lahan sebanyak 9,133 Ha yang dikembangkan untuk tanaman jagung. Adapun produksi jagung tahun 2009 mencapai 81.293 ton,dari 20.521 Ha luas panen,dengan rata-rata produksi per hektar sebanyak 39,61 kwintal. Produksi jagung terus mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir. Kalau mengambil pada data tahun 2009,maka Lombok Timur termasuk salah satu penghasil jagung kabupaten utama di NTB setelah kabupaten sumbawa. Produksi jagung kabupaten sumbawa di atas Lombok Timur yaitu sebesar 100.80 ton. Walaupun demikian produktifitasnya lebih tinggi di Lombok Timur.

Tanaman jagung tersebut merupakan salah satu komoditi unggulan dari tiga komodoti unggulan yang telah ditetapkan PEMPROV NTB. Ke tiga komoditas unggulan itu meliputi,sapi,jagung dan Rumput laut dengan singkatan PIJAR . Selama lima tahun terakhir ini,khusus komoditi jagung pipilan NTB terus mengalami peningkatan hingga 35 persen setiap tahunnya. Dan untuk tahun 2010 ini stok untuk jagung NTB talah mencapai 975 ton.

Sedangkan tanaman buah yang cendrung berkembang dan memiliki potensi pasar yang besar adalah mangga,nanas,pisang yang berkembang dibeberapa wilayah kecamatan antara lain di wilayah masbagik,pringgabaya, sukamulia dan beberapa kecamatan lainnya. Sedangkan tanaman yang mulai di kembangkan adalah budidaya durian yang terdapat di pringgasela. Suela,Montong Gading dan kecamatan Sikur yang dihasilkan. Namun secara umum produktifitas tanaman Holtikultura yang dihasilkan sementara ini hanya dapat memenuhi kebutuhan lokal wilayah,sehingga kedepannya perlu pengembangan teknologi holtikultura sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sehingga menjangkau pasar yang labih luas.

Perikanan & Kelautan

Kabupaten Lombok Timur memeiliki luas wilayah laut mencapai 1.0743,33 km2 , yang merupakan 40,09% dari luas wilayahnya. Bentangan pantai mencapai 220 km dari selatan ke utara. Potensi pengembangan wilayah pesisir dan pulau–pulau kecil itu memcakup 6 kecamatan serta 22 desda/ kelurahan pantai, dengan jumlah nelayan perikanan tangkap sebanyak 16.434 jiwa.

Perikanan Tangkap

Potensi perikanan tangkap di Lombok Timur mencapai 12.691,5 ton. Tahun 2009 nilaimproduksi perikanan tangkap sebesar Rp.150.709.100.000. untuk jumlah perikanan tangkap terdiri dari perahu tanpa motor 461 unit,motor temple 3123 unit, dan kapal motor 345 unit. Daerah penangkapan dari nelayan di Lombok Timur menyebar di Selat Alas, Samudra Hindia dan Laut Jawa Jenis ikan yang ditangkap mencakup lebih dari 50 jenis ikan laut. Berdasarkan data tahun2009, ada 3 jenis ikan yang tangkapanya diatas 1000 ton yaitu, ikan Tongkol 2000 ton,ikan Cakalang 1.666,5 ton, dan ikan Tuna 1.163 ton. Ikan lainnya termasuk tinggi hasil tangkapanya adalah Cumi-cumi,ikan ekor Kunging,Lemuru,ikan Teri,ikan Cucut dan lain-lainnya. Sedangkan pelabuhan pendaratan ikan yang paling ramai bahkan untuk pulau Lombok adalah Tanjung Luar. Dengan ikan yang disandarkan tahun 2009 mencapai 5.610 ton,baru kemudian Labuhan Lombok 5.205 ton,Batu Nampar 1.025 ton,Sugian 478,4 ton, Labuhan Haji 3,62,7 ton,dan Sakra Timur 259,2 ton.

Perikanan Budidaya

Lobster

Peluang infestasi pada budidaya Lobster terbuka luas , bukan saja karena permintaan dan harganya tinggi ,tetapi juga karena potensi areal pengembanganya yang sangat luas yaitu mencapai 526,86 Ha dan baru di mamfaatkan sebagian kecil saja yaitu 3,50 Ha.

Rumput Laut

Budidaya Rumput Laut memiliki prospek yang cukup bagus mengingat permintaan akan produk ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Potensi pengembangan Budidaya Rumput Laut cukup luas yaiitu sekitar 2.000 Ha dannbaru di usahakan 60.471 Ha dengan produksi sebesar 700.000 ton basah sehingga peluang investasi untuk pengembangan budidaya Rumput Laut ini masih terbuka lebar.

Mutiara

Potensi pengembangan budidaya Mutiara cukup luas yaitu 2.394,50 ton Ha dan baru di mamfaatkan 1.962,50 Ha dengan tingkatan produksi mencapai 0,20 ton. Permintaan Mutiara produksi Lombok sangat di minati baik oleh pembeli dalam Negeri maupaun manca Negara karena mutiaranya memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dengan produksi daerah lain. Selain perairan tangkap dan bididaya perairan pantai Lombok Timur juga memiliki peluang cukup besar untuk pengembangan perikanan air tawar. Dari data yang ada tahun 2008 potensi produksi perikanan sekitar 21.497 ton,dimana potensi terbesar ada di kecamatan Aikmel,Pringgasela,Masbagik,Selong dan lainnya.

Energi dan Mineral

Kagiatan usaha di sektor pertambangan yang masih unggulan adalah tambang batu apung dan pasir besi. Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu penghasil batu bara terbesar di NTB dengan kualitas yang terbaik. Penambangan batu apung memiliki potensi areal cukup luas yakni sekitar 719,96 Ha dengan deposit sebanyak 81.693.360 m3 . potensinya tersebar di sejumlah tempat antara lain desa Bagik Payung kecamatan Suralaga, desa Pringgasela kecamatan Pringgasela,desa Korleko,Ijobalit,Suryawangi kecamatan Labuhan Haj,desa Lendang Nangka kecamatan Masbagik,desa Jenggik Utara Kecamatan Montong Gading dan Kalijaga kecamatan Aikmel.

Diperkirakan deposit tambang batu apung Lombok Timur akan habis setelah masa penambangan 15 sampai 20 tahun kedepan. Batu apung tersebut dipasarkan ke luar negeri yaitu Singapura,Hongkong,Taiwan,Korea dan lainya. Digunakan untuk keperluan industri seperti untuk bahan bangunan ringan dan tahan api,cat sekat akustik,pembersih, dan pemolesan logam,plastik,kulit,kaca,celana jeans,untuk kosmetik,penambal gigi dan lain-lain.

Untuk tingkat harga batu apung berdasarkan keputusan bersama 3 Bupati ( Lombok Timur,Lombok Tenggah,Lombok Barat ) tanggal 14 Agustus 2007 di tetapkan harga jual batu apung kotor dari penggali ke pengusaha prosesing Rp.1.750 per karung. Sedangkan harga jual dari pengusaha prosesing ke pengusaha antar pulau ataupun eksportir rp.6000 per karung( untuk yang mamakai mesin ) dan Rp.5.500 per karung ( untuk yang manual ).


Wilayah Kabupaten Lombok Timur


Pesantren

Pesantren di Kabupaten Lombok Timur


Pengurus Nahdlatul Ulama

PCNU Kabupaten Lombok Timur


Tokoh

Tokoh di Kabupaten Lombok Timur




Sumber :

http://lomboktimurkab.go.id/

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox