Kabupaten Mamasa

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Contents

Geografis

Kabupaten Mamasa adalah daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Polewali Mamasa yang terbentuk berdasarkan UU No. 11 Tahun 2002 tanggal 10 April 2002, merupakan 1 dari 5 kabupaten yang terdapat di Provinsi Sulawesi Barat yang beribukota di Mamasa. Secara geografis berada pada koordinat 20 39’216’’LS dan 30 19’288’’ LS serta 1190 0’216’’BT dan 119038’144’’BT.

Secara umum wilayah Kabupaten Mamasa tergolong iklim tropis basah dengan suhu udara minimium 230C dan suhu maksimum rata-rata berkisar 300 Secara administratif Kabupaten Mamasa berbatasan dengan beberapa daerah lain, yaitu:

Sebelah Utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Mamuju;

Sebelah timur berbatasan langsung dengan Kabupaten Tana Toraja;

Sebelah Selatan Tenggara berbatasan langsung dengan Kabupaten Pinrang;

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Polewali Mandar;

Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju.

Kecepatan angin rata - rata setiap tahunnya 77 - 85 km/jam. Kondisi iklim wilayah Kabupaten Mamasa bervariasi sesuai dengan geografisnya.

Luas wilayah Kabupaten Mamasa adalah 3005,88 Km2 yang terdiri atas 15 Kecamatan, Kecamatan Tabulahan dan Kecamatan Aralle merupakan kecamatan terluas adalah 534,16 Km2 (17,77persen) sementara luas wilayah yang terkecil adalah kecamatan Balla dengan luas 31,87 Km2 Secara topografis wilayah di Kabupaten Mamasa hampir seluruhnya mencirikan kawasan daratan tinggi atau pegunungan, hampir seluruh wilayah (1,06persen). Kecamatan yang letaknya terjauh dari ibukota Kabupaten Mamasa adalah Kecamatan Pana yaitu sejauh 95 Km sementara kecamatan yang terdekat dari ibukota kabupaten adalah kecamatan tawalian yang berjarak 3 Km. Kabupaten Mamasa konturnya berbukit-bukit, juga dikisari dengan beberapa aliran sungai seperti:

1) Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamasa yang mengalir ke wilayah Bakaru Kabupaten Pinrang; 2) Daerah Aliran Sungai (DAS) Masuppu yang mengalir ke wilayah Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sidrap; 3) Daerah Aliran Sungai (DAS) Mapilli yang mengalir ke wilayah Kabupaten Polewali Mandar; 4) Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamuju yang mengalir ke wilayah Kabupaten Mamuju; 5) Daerah Aliran Sungai (DAS) Bonehau yang mengalir ke wilayah Kabupaten Mamuju.

Wilayah Kabupaten Mamasa berada pada kisaran ketinggian 100 sampai 3.000 meter dari permukaan laut. Bagian-bagian wilayah dengan ketinggian lebih rendah dari 200 m di atas permukaan laut terdapat di Kecamatan Mambi dan Kecamatan Tabulahan. Bagian wilayah dengan ketinggian lebih dari 2.000 m diatas permukaan laut dapat ditemukan di hampir semua wilayah kabupaten, kecuali Kecamatan Messawa, Balla, Mambi dan Rantebulahan Timur.


Demografi

Jumlah Penduduk Kabupaten Mamasa pada tahun 2008, berjumlah 125.309 jiwa, meningkat sekitar 876 jiwa dari tahun sebelumnya dengan laju pertumbuhan penduduk per tahun sebesar 0,70 persen. Kecamatan Mamasa merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar, yaitu sekitar 14.698 jiwa. Sedangkan yang terkecil adalah Kecamatan Tawalian sebesar 3.456 jiwa. Jumlah penduduk laki - laki di Kabupaten Mamasa pada tahun 2008 sebanyak 63.464 jiwa, sedangkan penduduk perempuan sebanyak 61.845 jiwa. Data ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki ternyata 1,03 persen lebih banyak daripada jumlah penduduk perempuan, dengan perbandingan jenis kelamin (sex ratio) 103 yang berarti bahwa diantara 100 orang perempuan terdapat 103 laki-laki.

Kepadatan penduduk adalah rasio jumlah penduduk dengan luas wilayah. Dengan luas 3005,88 km2 atau 300.588 ha dan jumlah penduduk sebesar 125.309 jiwa, kepadatan penduduk di Kabupaten Mamasa adalah sebesar 42 jiwa/km2 pada tahun 2008. Rata-rata kepadatan penduduk di Kabupaten Mamasa dibawah rata-rata, kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Rantebulahan Timur dengan kepadatan penduduk sebesar 157 jiwa/km2 sedangkan kepadatan penduduk terendah terdapat di Kecamatan Tabulahan dengan kapadatan penduduk sebesar 18 jiwa/km2.


Potensi

Pertanian

Hasil pertanian Kabupaten Mamasa di antaranya padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, sayur-sayuran dan buah-buahan. Sedangkan dari sektor peternakan adalah ternak sapi, kerbau, kuda, kambing, dan babi. Kemudian untuk jenis unggas adalah ayam kampung, ayam ras, dan itik lokal.

Perkebunan

Hasil perkebunan Kabupaten Mamasa pada umumnya berupa Kopi maupun Kakao, yang dikelola petani secara tradisional. Tanaman kopi yang dihasilkan petani Kabupaten Mamasa, semasa masih menjadi bagian dari Kabupaten Polmas sebelum pemekaran telah memberikan konstribusi dalam mengangkat nama Polmas sebagai penghasil kopi bahkan tidak sedikit kopi asal Mamasa yang di pasarkan di daerah tetangga seperti Kabupaten Tanatoraja dan sekitarnya.

Pariwisata

Kabupaten Mamasa memiliki beberapa objek wisata yaitu wisata budaya Kuburan Tedong-tedong Minanga di Kecamatan Mamasa, Wisata alam Air Terjun Sarambu dan Permandian Air Panas di desa Tadisi Kecamatan Sumarorong, Agro Wisata Perkebunan Markisa di Kecamatan Mamasa, Wisata Budaya Rumah adat, Perkampungan Tradisional Desa Ballapeu.


Wilayah Kabupaten Mamasa


Pesantren

Pesantren di Kabupaten Mamasa


Pengurus Nahdlatul Ulama

PCNU Kabupaten Mamasa


Tokoh

Sumber :

http://repository.ipb.ac.id

http://potensidaerah.ugm.ac.id

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox