Kabupaten Manggarai

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Contents

Geografis dan Demografi

Secara eksternal Kabupaten Manggarai berada pada daratan flores Propinsi Nusa Tenggara Timur terletak diantara Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur. Secara geografis wilayah Kabupaten Manggarai terletak diantara 8º LU - 8º.30 LS dan 119,30º - 12,30º BT. Merupakan salah satu dari 21 Kabupaten/Kota yang terdapat di Provinsi Nusa Tengra Timur, dengan batas- batas wilayah sebagai berikut:

Sebelah Barat :Kabupaten Manggarai Barat;

Sebelah Utara : Laut Flores;

Sebelah Timur :Kabupaten Manggarai Timur; dan

Sebelah Selatan : Laut Sawu.

Keadaan hidrologis di Kabupaten Manggarai terdiri atas sumber-sumber air yang berasal dari air tanah, air permukaan dan curah hujan. Sebagai daerah yang mempunyai permukaan bergunung-gunung, air tanah pada umummya di dapatkan dari mata air yang berasal dari kawasan pegunungan yang masih mempunyai kondisi jenis flora dari tumbuhan pepohonan yang cukup rapat. Beberapa sungai besar yang keberadaan airnya mengalir sepanjang tahun diantaranya sungai Wae Pesi, Wae Neuring, Wae Rencayang mengalir dan bermuara ke pantai Utara (kecamatan Reok), dan sungai Wae Naong, Wae Reno yang mengalir ke arah selatan dan bermuara ke pantai Selatan (kecamatan Satar Mese) Sumber air tanah dan air permukaan (sungai) yang cukup penting keberadaannya di wilayah kabupaten Manggarai ini adalah dengan adanya gunungGolo Lusang, Poco Ranaka dan gunung-gunung lainnya, dimana keberadaan beberapa sungai tersebut berasal dari mata air pada gunung tersebut.

Kabupaten Manggarai dilihat dari topografinya merupakan daerah dataran tinggi yang didominasi oleh bentuk permukaan daratan yang bergelombang › 40% (pegunungan)yaitu Yaitu sebesar 38,36 % . Sedangkan 6,23% merupakan dataran rendah (8-15%). Berdasarkan kondisi geologi, dan kondisi fisik permukaan Kabupaten Manggarai yang merupakan wilayah pegunungan dan perbukitan, maka secara umum wilayah Kabupaten Manggarai termasuk kawasan rawan bencana, terutama bencama gempa bumi dan longsor. Hasil analisis fisik wilayah Kabupaten Manggarai seperti telah dikemukakan sebelumnya teridentifikasi beberapa lokasi rawan bencana, terutama tanah longsor. Disamping itu, kemungkinan terjadinya Gelombang Tsunami akibat gempa di laut Flores maupun di Laut Sawu juga sangat memungkinkan, seperti yang pernah terjadi gelombang tsunami di Larantuka, Flores Timur pada tahun 1992, yang banyak merengut korban jiwa. Adapun kawasan rawan bencana meliputi:

(1) Kawasan rawan tanah longsor tersebar di semua Kecamatan, ini karena kondisi kemiringan lahan yang terjal pada tiap kecamatan.

(2) Kawasan rawan gelombang pasang terdapat di Kecamatan Reok, Kecamatan Satarmese dan Kecamatan Satarmese Barat.

(3) Kawasan rawan banjir terdapat di Kecamatan Ruteng, Kecamatan Reok, Kecamatan Lelak, Kecamatan Rahong Utara, Kecamatan Wae Ri’i, Kecamatan Satarmese dan Kecamatan Satarmese Barat

Seperti halnya beberapa wilayah yang berada di wilayah Indonesia bagian Timur, Kabupaten Manggarai termasuk daerah yang beriklim tropis terdiri dari 2 musim, yakni musim hujan dan musim kemarau. Suhu udara rata-rata berkisar antara 15,00º C hingga 24,70º C, dengan rata-rata 19,70º C. dan tingkat kelembaban rata-rata 84 %. Menurut L.R. Oldeman, yang membagi wilayah dalam zona-zona agroclimatic, yaitu berdasarkan kriteria bulan basah (lebih dari 200 mm/bulan) dan bulan kering (kurang dari 100 mm/bulan) menunjukkan bahwa Kabupaten Manggarai cenderung termasuk kedalam wilayah basah, dengan curah hujan yang cukup tinggi namun tidak merata dalam setiap wilayah kecamatan. Jumlah curah hujan rata-rata 2.440,9 mm, dengan rata-rata bulan basah setiap tahun adalah 7 (tujuh) bulan.

Jenis dan kemampuan lahan merupakan hasil suatu proses alamiah yang terjadi akibat adanya perbedaan iklim, cuaca, geologi dan lain-lain. Unsur jenis dan kemampuan lahan tersebut terdiri dari jenis tanah, kemiringan tanah, tekstur tanah, drainase tanah dan tingkat erosi tanah. Jenis tanah di wilayah kabupaten Manggarai pada umumnya terdiri dari jenis tanah Aluvial, Mediteran, Litosol, dan Latosol.


Demografi

Jumlah penduduk pada tahun 2011 yang paling banyak berada di Kecamatan Langke Rembong. Diikuti oleh Kecamatan Ruteng dan Kecamatan Cibal. Rata-rata pertumbuhan penduduk setiap tahun di setiap Kecamatan cenderung semakin meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh faktor buatan dan faktor alamiah yaitu arus migrasi dan /atau urbanisasi dan juga kelahiran dan kematian.

Kecamatan langke Rembong yang merupakan kawasan pemukiman perkotaan (kota Ruteng) yang mempunyai kepadatan penduduknya paling tinggi, yakni sebesar 5.473 jiwa/km2.Setelah diproyeksi dengan asumsi bahwa pertumbuhan penduduk tiap tahun adalah 2%, maka dapat terlihat bahwa Kecamatan Langke Rembong semakin meningkat jumlah penduduknya sesuai dengan fungsinya sebagai pusat Kabupaten. Untuk proyeksi tahun 2012-2015 berbentuk linear artinya bahwa semakin tahun jumlah penduduknya semakin meningkat.

Dilihat dari mata pencaharian, masyarakat Kabupaten Manggarai mayoritas bekerja sebagai petani. Dan mayoritas beragama katolik. Adapun penyerapan tenaga kerja pada tahun 2010 menurut tingkat pendidikan sebagian besar hanya lulusan SD dan diikuti oleh lulusan SI. Jenis pekerjaan yang digeluti sangat berpengaruh terhadap pendapatan per kapita.


Wilayah Kabupaten Manggarai


Pesantren

Pesantren di Kabupaten Manggarai


Pengurus Nahdlatul Ulama

PCNU Kabupaten Manggarai


Tokoh

Tokoh di Kabupaten Manggarai











Sumber :

http://ppsp.nawasis.info

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox