Kabupaten Pacitan

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Contents

Geografis

Kabupaten Pacitan terletak di Pantai Selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah dan daerah Istimewa Jogyakarta merupakan pintu gerbang bagian barat dari Jawa Timur dengan kondisi fisik pegunungan kapur selatan yang membujur dari Gunung kidul ke Kabupaten Trenggalek menghadap ke Samudera Indonesia. Pacitan merupakan salah satu dari 38 Kabupaten di Propinsi Jawa Timur yang terletak di bagian Selatan barat daya.

Kabupaten Pacitan terletak di antara 110º 55'-111º 25' Bujur Timur dan 7º 55'- 8º 17' Lintang Selatan, dengan luas wilayah 1.389,8716 Km² atau 138.987,16 Ha. Luas tersebut sebagian besar berupa perbukitan yaitu kurang lebih 85 %, gunung-gunung kecil lebih kurang 300 buah menyebar diseluruh wilayah Kabupaten Pacitan dan jurang terjal yang termasuk dalam deretan Pegunungan Seribu yang membujur sepanjang selatan Pulau Jawa, sedang selebihnya merupakan dataran rendah.

Batas-batas Administrasi :

1. Sebelah timur : Kabupaten Trenggalek.

2. Sebelah Selatan : Samudera Indonesia.

3. Sebelah Barat : Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah).

4. Sebelah Utara : Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur) dan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah).


Demografi

Dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan sangat dibutuhkan data mengenai kependudukan. Apalagi jika dikaitkan dengan dwifungsi penduduk, yaitu sebagai fungsi subjek dan fungsi objek. Fungsi subjek bermakna bahwa penduduk adalah pelaku pembangunan, dan fungsi objek bermakna bahwa penduduk menjadi target dan sasaran pembangunan yang dilakukan. Kedua fungsi tadi harus berjalan seiring dan sejalan secara integral.

Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Pacitan antara Sensus Penduduk 2000 (SP 2000) dan hasil Sensus Penduduk Tahun 2010 (SP 2010) atau selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir adalah sebesar 0,28%. Laju pertumbuhan kesejahteraan masyarakat tidak selalu tergantung pada pertumbuhan ekonomi, akan tetapi juga dipengaruhi oleh laju pertumbuhan penduduk.

Jumlah penduduk di Kabupaten Pacitan pada tahun 2009 berjumlah 558.664 jiwa atau bertambah 1.636 jiwa dan hasil Sensus Penduduk Tahun 2010 tercatat sebesar 540.881 jiwa, terdiri dari laki-laki 264.112 jiwa dan perempuan 276.769 jiwa. Sedangkan distribusi penduduk Pacitan berdasarkan hasil Sensus Penduduk Tahun 2010 (SP 2010) terbesar berada di Kecamatan Tulakan yaitu sebesar 14,30%, yang diikuti oleh Kecamatan Pacitan sebesar 13,5%. Selanjutnya distribusi terkecil adalah Kecamatan Pringkuku sebesar 5,49% dan Sudimoro sebesar 5,55%.


Sejarah

Sebagian orang berpendapat asal nama Kabupaten Pacitan berasal dari kata Pacitan yang berarti camilan, sedap-sedapan, tambul, yaitu makanan kecil yang tidak sampai mengenyangkan. Hal ini disebabkan daerah Pacitan merupakan daerah minus, sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan warganya tidak sampai mengenyangkan; tidak cukup (pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645) nama tersebut telah muncul dalam babat Momana).

Kota pacitan adalah sebuah kota yang berada di pulau jawa. Pacitan adalah sebuah kota yang berada di karesidenan madiun pada abad ke XV di pacitan telah berkembang agama hindu dan Budha yang berkiblat kepada Kerajaaan Majapahit yang dipimpin oleh ki ageng buwono keling yang bertempat tinggal di Jati Kecamatan Kebonagung (Drs. Ronggosaputro;1980)

Sedangkan islam dipacitan dibawa oleh Ki Ageng Petung (Kyai Siti Geseng) bersama Syeh Maulana Magribi dan Kyai Ampok Boyo (Kyai Ageng Posong) dibantu Kyai Menaksopal dari Trenggalek.

Beberapa prasasti juga ditemukan prasasti jawa kuno yang memperkuat asumsi bahwa Ki Ageng Buwono Keling merupakan penguasa di wengker kidul.

• PRASASTI JAWA KUNO

• JA PURA PURAKSARA ERESTHA

• BHUWANA KELING ABHIYANA

• JUWANA SIDDHIM SAMAGANAYA

• BHIJNA TABHA MINIGVAZAH

• RATNA KARA PRAMANANTU

Artinya : dahulu ada seorang pendekar ternama bernama buwono keling yang telah mencapai kesempurnaan, dalam ilmu kebathinan dan kekebalan. Seorang guru diantara orang bijaksana dan beliau inilah yang menjadi perintis dan pemakrarsa daerah sekitarnya.

Negeri buwana Keling terletak di (Jati Kec. Kebonagung) ± 7 km dari ibukota Pacitan sekarang yang disebut daerah wengker kidul atau daerah pesisir selatan.

Dan ketika dalam perang gerilya 1747-1749 (Perang Palihan Nagari (1746-1755) )melawan VOC Belanda, Pangeran Mangkubumi mengalami kekalahan, beliau disertai 12 orang pengikutnya terus mundur keselatan sambil mencari dukungan orang sakti untuk membantu perjuangan. Tanggal 25 Desember 1749 rombongan tersebut lemah lunglai, dan atas bantuan setroketipo beliau diberi sebuah minuman yaitu buah pace yang telah direndam dengan legen buah kelapa, dan seketika itu juga kekuatan Pangeran Mangkubumi pulih kembali. Daerah itu diingat dengan pace sapengetan dan dalam pembicaraan keseharian sering disingkat dengan pace-tan lalu menjadilah sebuah nama kabupaten Pacitan (Drs. Ronggosaputro;1980)

Setelah Pangeran Mangkubumi menjadi Hamenku Buwono I beliau memenuhi janjinya kepada para pengikutnya yang ketika itu ikut bergerilya. Setroketipo diangkat menjadi Bupati Pacitan ke-2 setelah sebelumnya dijabat oleh Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo . Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo sebelumnya diangkat juga oleh Pangeran Mangkubumi pada tanggal 17 Januari 1750 setelah beliau banyak membantu Pangeran Mangkubumi ketika bergerilya didaerah pacitan. Ketika itu Ngabehi Suromarto menjabat demang Nanggungan dan ketika diangkat bupati bergelar Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo.


Potensi & sumber daya

Kabupaten Pacitan merupakan kabupaten yang kaya akan sumber daya alam. Sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor pertanian. Tahun 2009 produksi tanaman pertanian di Kabupaten Pacitan ada yang mengalami kenaikan ada juga yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 57 jenis tanaman yang ada, sebanyak 47,37% mengalami kenaikan jumlah produksi, sedangkan sisanya 52,63 persen mengalami penurunan jumlah produksi.

Selain pertanian juga terdapat tanaman perkebunan. Tahun 2010 jumlah produksi tanaman perkebunan fluktuaktif. Dari 20 jenis tanaman, sekitar 70% mengalami kenaikan jumlah produksi di bandingkan tahun 2009, sisanya 30% mengalami penurunan jumlah peroduksi dari sisi pendapatan petani perkebunan. Jumlah pendapatan petani perkebunan, jumlah pendapatan petani perkebunan tahun 2010 mencapai 274.081 milyar rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 13,88% dibandingkan tahun 2009. Bila dibandingkan dengan tahun 2009, jumlah ini mengalami peningkatan sebesar24,97%.

Kabupeten Pacitan memiliki potensi perikanan laut yang baik. Tahun 2010. Jumlah produksi perikanan darat hanya 26,42% saja dari seluruh produksi perikanan Kabupaten Pacitan, sisanya berasal dari produksi ikan laut yang mencapai 73,58%. Jumlah produksi perikanan darat sedikit mengalami kenaikan. Dari sisi jumlah produksi mengalami kenaikan, dari sisi penjualan mengalami kenaikan sebesar 70,95% menjadi 19.978 milyar rupiah.

Untuk perikanan laut, jumlah produksi dan nilai penjualanya mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah produksi mengalami kenaikan sebesar 9,92% menjadi 5.056.898 kg dan nilai penjualan mengalami kenaikan sebesar 26,10% menjadi Rp 50.568,980 milyar rupiah.

Topografi Kabupaten Pacitan sebagian besar berupa pegunungan dan bukit. Hal ini menyimpan potensi hutan yang cukup besar. Dari hutan ini akan dihasilkan berbagai jenis kayu yang tidak hanya diminati oleh masyarakat sekitar tetapi juga diekspor keluar Kabupaten Pacitan. Hutan di Kabupatan Pacitan terbagi menjadi hutan produksi yang luasnya mencapai 87,89% dari luas hutan yang ada, sedangkan sisanya 12,10% adalah hutan lindung. Produksi hasil hutan Kabupaten Pacitan diantaranya kayu jati, kayu sengon laut, kayu akasia, kayu mahoni, kayu pinus, kayu sono, bamboo dab gmelina. Selama tahun 2010 produksi terbesar adalah kayu sengon laut sebesar 124.599,88 m3 dengan nilai 112.139 milyar rupiah . Disusul dengan produksi kayu jati sebesar 74.477,68 m3 dengan nilai 148.895 milyar rupiah, dan yang paling sedikit yaitu sono yang produksinya hanya 2.002 m3 dengan nilai 2.603 juta rupiah.

Peternakan yang ada di Kabupaten Pacitan tidaklah sebesar pertaniannya. Populasi ternak baik ternak besar, ternak kecil maupun ternak unggas bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami kenaiakn di tahun 2010, hanya ternak kerbau saja yang mengalami penurunan sebesar 1,2 persen. Demikian juga untuk produksi daging, kulit dan telur yang mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2010, masing-masing meningkat sebesar 9,08%, 81,80% dan 22,40%.



Wilayah Kabupaten Pacitan


Pesantren

Pesantren di Kabupaten Pacitan


Pengurus Nahdlatul Ulama

PCNU Kabupaten Pacitan


Tokoh

Tokoh di Kabupaten Pacitan






Sumber : • http://www.pacitankab.go.idhttp://angankeyen.wordpress.com

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox