Kabupaten Pontianak

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Contents

Geografis

Kabupaten Pontianak setelah pemekaran dengan Kabupaten Kubu Raya, batas wilyah administratif berbatasan dengan:

Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak

Sebelah Barat berbatasan dengan Laut Natuna.

Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Landak.

Kabupaten Pontianak menempati luas wilayah ketiga terkecil setelah Kota Pontianak dan Kota Singkawang, dari seluruh luas wilayah Propinsi Kalimantan Barat sebesar 146.807 Km2. Dengan demikian Kabupaten Pontianak hanya menempati 0,87% dari luas wilyah Propinsi Kalimantan Barat.

Luas wilayah Kecamatan Kabupaten Pontianak cukup potensial untuk pertanian dan perkebunan. Potensi ekonomi ini berupa 109.490 Ha merupakan jenis lahan yang bisa diusahakan. Luas wilayah Kabupaten Pontianak ini terdiri dari hutan rakyat, perkebunan, hutan negara, belum diusahakan dan lainnya.


Demografi

Berdasarkan undang-undang nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, dalam pasal 7 menjelaskan bahwa pengelolaan dan penyajian data kependudukan berskala Kabupaten/Kota merupakan tanggungjawab pemerintah kabupaten/kota. Sehingga dalam penyusunan data kependudukan, menggunakan sumber data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pontianak.

Berdasarkan data Dinas Dukcapil Kab. Pontianak, jumlah penduduk terbesar terdapat Kecamatan Sungai Pinyuh yang memiliki 20,14% dari Jumlah penduduk Kabupaten Pontianak. Dan penduduk terkecil berada di Kecamatan Sadaniang dengan persentase penduduk sebesar 4,06%.

Jumlah penduduk Kabupaten Pontianak sampai dengan Desember 2008 berjumlah 254.409 jiwa, dengan persentase jenis kelamin laki-laki lebih banyak 51,04 % dan penduduk perempuan 48,96 %, dengan jumlah kepala keluarga 67.193 KK.


Sejarah

Masa Penjajahan Belanda. Belanda telah berada di Mempawah sejak Kerajaan Mempawah dipimpin oleh Pangeran Adi Wijaya (Gusti Jamiril). Tahun 1928 Belanda mengirimkan seorang Gezaghebber bernama Stein untuk menumpas pemberontak dan mendampingi Raja Mempawah yang pada masa itu dijabat oleh Panembahan Mohammad Taufik Accamadin. Gezaghebber Stein merupakan wakil Pemerintah Hindia Belanda pertama yang bertugas di Mempawah. Tahun 1930 ia digantikan oleh Tancate yang kemudian digantikan pula oleh J Apel sebagai Controleur pada 1942. J Apel kemudian mati dibunuh Jepang pada masa pendudukan Jepang.

Masa Pendudukan Jepang. Pada akhir bulan Desember 1942 Jepang mulai menempatkan wakil pemerintahannya di Mempawah, berpangkat Bun Kei Kai Ri Kan - sederajat dengan Controleur atau Wedana. Bun Kei Kai Ri Kan pertama bernama N Nakanichi yang terkenal akan kekejamannya. Raja Mempawah Panembahan Mohammad Taufik Accamadin termasuk salah satu korban pembunuhannya. Tahun 1944 ia melakukan pembunuhan massal terhadap pemuka-pemuka masyarakat yang dimakamkan di daerah Mandor - kini dikenal sebagai Makam Juang Mandor. Pada tahun itu juga ia digantikan oleh T Murai. Saat itu Swapraja Mempawah (zelfbertuur) dikuasai oleh Bestuur Commisie (Riti Royo Hiogikai) yang dibentuk untuk mengisi kevakuman pemerintah Kerajaan Mempawah setelah Panembahan Mohammad Taufik Accamadin meninggal dunia sedangkan putranya belum dewasa. Pada pertengahan 1945 T Murai diganti oleh Z Hayasi, kemudian diganti lagi oleh Ueno. Tanggal 15 September 1945 Jepang menyerah kalah pada tentara Sekutu.

Masa Pendudukan NICA. Pada bulan September 1945 tentara Inggris dari Australia di bawah pimpinan Chrietissen mendarat di pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Indonesia. Pendaratan tentara Sekutu dimanfaatkan oleh Belanda untuk masuk kembali ke Indonesia. Oleh NICA, Mempawah ditetapkan sebagai Wilayah Kekuasaan Onder Afdeling yang dipimpin oleh M. Syarief.

Pembentukan Kabupaten Pontianak. Surat Keputusan Menteri Republik Indonesia nomor PEM 20/6/10 tanggal 8 September 1951 memutuskan pembagian wilayah administratif baru di Kalimantan Barat yang terdiri dari 6 kabupaten administratif dan 1 kota administratif. Kabupaten Daerah Tingkat II Pontianak yang ditetapkan beribukota Pontianak merupakan penggabungan Swapraja Mempawah, Landak dan Kubu. Dengan Surat Keputusan Menteri Pemerintahan Umum Otonomi Daerah nomor Des.52/1/9-11 tanggal 5 Februari 1963 ibukota kabupaten dipindahkan ke Mempawah. Sampai tahun 1999 Kabupaten Pontianak membawahi 20 kecamatan. Selanjutnya dengan adanya Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia nomor 22 tahun 1999 tanggal 25 Maret 1999 terbentuk tiga kecamatan baru, yakni Kuala Behe, Sebangki dan Mandor B. Kemudian dilakukan pemekaran wilayah otonom dengan dikeluarkannya Undang-Undang Republik Indonesia nomor 55 tahun 1999 tanggal 4 Oktober 1999 tentang pembentukan Kabupaten Landak yang beribukota Ngabang. Kabupaten Pontianak membawahi 13 kecamatan, 7 kelurahan, 154 desa dan 557 dusun.


Potensi

Komoditi Kabupaten Pontianak datang dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan industri. Di sektor pertanian, dihasilkan komoditi jagung yang merupakan salah satu komoditi unggulan di Kabupaten Pontianak.

Sektor Perkebunan

komoditi-komoditi unggulannya adalah kelapa sawit, karet, kakao dan kelapa. Komoditi kelapa sawit dengan sentra pengembangannya terdapat di Kecamatan Sungai Ambawang, memanfaatkan lahan seluas 5.409 Ha dan total produksinya mencapai 42.225 ton. Sedangkan komoditi karet dengan sentra pengembangan tersebar di berbagai kecamatan antara lain Kec. Toho, Kec. Sungai Pinyuh, Kec. Sungai Ambawang dan Kec. Sungai Raya, menghasilkan 14.656 Ton yang berasal dari 40.927 Ha pada tahun 2003. Dan untuk komoditi kakao dengan sentra pengembangannya berada di beberapa kecamatan antara lain kec. Sungai Kunyit, kec. Sungai Kakap, dan kec. Rasau Jaya menggunakan lahan dengan luas mencapai 2.071 Ha dan menghasilkan 449 Ton. Dan untuk komoditi kelapa dihasilkan 39.888 butir kelapa.

Sektor Perikanan

Kabupaten ini menghasilkan komoditi perikanan tangkap dengan jumlah produksi mencapai 19.750 Ton pada tahun 2004.

Sektor Industry

Terdapat industri pengolahan kelapa terpadu yang menghasilkan minyak kelapa/ klentik (tradisional), kopra, gula kelapa, dan sebagian kecil arang tempurung. Selain industri kelapa terpadu, terdapat 2 industri lainnya yaitu industri tepung ikan yang menghasilkan tepung ikan dan tepung udang serta industri pengolahan jagung yang terdapat di Kec.Kubu dan Terentang.

Di Kabupaten Pontianak, terdapat sedikitnya 6 perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan. Sedangkan peluang usaha lain yang ditawarkan oleh kabupaten ini antara lain industri galangan kapal, pengolahan CPO/PKO, pengolahan pisang, industri pengolahan karet, pengrajin pandai besi, industri kopra, industri gelas, industri makanan ternak dan ikan, sari buah, gula kelapa dan pengeringan jagung, industri furniture, pengawetan ikan dan cold storage, penyamakan dan kerajinan kulit, industri pengolahan kayu, industri keramik, genteng dan bata merah, industri karoseri, bengkel mobil, jasa angkutan wisata bahari, penyediaan air bersih, penangkaran ikan arwana, pengusahaan hutan nipah, penangkaran penyu, keramba, budidaya ikan air tawar, penangkapan ikan lepas pantai, budidaya ikan air payau, budidaya kepiting, budidaya rumput laut, jagung hibrida, kacang kedelai, ubi kayu, buah-buahan, pasar hewan, peternakan sapi dan peternakan ayam potong dan petelur



Wilayah Kabupaten Pontianak


Pesantren

Pesantren di Kabupaten Pontianak


Pengurus Nahdlatul Ulama

PCNU Kabupaten Pontianak


Tokoh

Tokoh di Kabupaten Pontianak





Sumber :

http://www.pontianakonline.com

http://pontianakkab.go.id

http://potensidaerah.ugm.ac.id

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox