Kabupaten Sumba Barat

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Contents

Geografis & Demografis

Kabupaten Sumba Barat merupakan bagian dari Pulau Sumba dan merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi NTT yang membentang antara 90 22’ - 90 47’ Lintang Selatan (LS) dan 1190 08’ - 1190 32’ Bujur Timur (BT). Luas wilayah daratan adalah 737,42 kilometer persegi. Sebagian besar wilayahnya berbukit-bukit di mana hampir 50 persen luas wilayahnya memiliki kemiringan 140 - 400. Topografi yang berbukit-bukit mengakibatkan tanah rentan terhadap erosi. Pada bulan Juni sampai dengan September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air, sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya, pada bulan Desember sampai dengan Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudera Pasifik, sehingga terjadi musim hujan. Keadaan seperti ini berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April-Mei dan Oktober-Nopember.

Walaupun demikian, mengingat Sumba Barat dan umumnya NTT dekat dengan Australia, arus angin yang banyak mengandung uap air dari Asia dan Samudera Pasifik sampai di wilayah Sumba Barat kandungan uap airnya sudah berkurang yang mengakibatkan hari hujan di Sumba Barat lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah yang lebih dekat dengan Asia. Hal ini menjadikan Sumba Barat sebagai wilayah yang tergolong kering di mana hanya 4 bulan (Januari sampai dengan April, dan Desember) yang keadaannya relatif basah dan 8 bulan sisanya relatif kering.Wilayah Administrasi Kabupaten Sumba Barat Tahun 2010 dibagi dalam 6 Kecamatan, 49 Desa, 11 Kelurahan dan Jumlah penduduk Sumba Barat menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tahun 2009 sebanyak 110.498 jiwa, dengan kepadatan 150 jiwa per kilometer persegi. Bila dilihat penyebarannya dari total penduduk Sumba Barat, yang terbesar berada di Kecamatan Loli (24,94%), disusul Kecamatan Kota Waikabubak (20,90%), sedangkan yang paling sedikit di Kecamatan Laboya Barat (9,73%). Kepadatan penduduk terbesar di Kecamatan Kota Waikabubak (517 jiwa per km²) dan terendah di Kecamatan Laboya Barat (67 jiwa per km²). Kecamatan lain yang juga cukup padat penduduknya (di atas 100 jiwa per km²) adalah Kecamatan Loli, Lamboya, Tana Righu, dan Wanokaka. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk Tahun 2000 dan 2010 (Tabel 3.1.2), laju pertumbuhan periode 1990- 2000 sebesar 1,75 persen per tahun, dan pada periode 2000-2010 meningkat menjadi 2,34. Keadaan ini cenderung meningkat jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, di mana pada periode 1980-1990 laju pertumbuhannya sebesar 2,32 persen per tahun. (Sumber : Sumba Barat Dalam Angka 2010).

Batas-batas wilayah administrative kabupaten sumba barat adalah sebagai berikut :

Utara Selat Sumba

Selatan Samudera Indonesia

Barat Kab. Sumba Barat Daya

Timur Kab. Sumba Tengah


Pariwisata

Wisata Perkampungan Adat

Kampung Tarung, Praijing, Gallu Mara dan Kampung Manurara Kecamatan Loli, kehidupan masyarakatnya masih sangat tradisional. Dari Ibukota Waikabubak dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan jarak tempuh kurang lebih 15 menit.

Pasola

sebuah tradisi leluhur orang Sumba Barat yang dipelihara hingga saat ini. Perang diatas kuda dengan menggunakan sebatang kayu yang dilemparkan kepada lawan disaat kuda berlari kencang. Pasola dilaksanakan setiap tahun pada bulan Februari, Maret dan April di tiga tempat yang berbeda yakni : Pasola di Wilayah Wanokaka. Dari Ibukota Waikabubak, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan jarak tempuh kurang lebih 30 menit. Pasola di Wilayah Lamboya. Dari Ibukota Waikabubak dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit. Pasola di wilayah Gaura. Dari Ibukota Waikabubak dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan jarak tempuh kurang lebih satu jam.

Wisata Alam

Air Terjun Lapupu, dari Ibukota Waikabubak dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat dengan jarak tempuh kurang lebih satu jam. Pemandangan Pantai Marosi dan Pantai Kerewei yang bagitu indah dengan pasir putihnya. Dari Ibukota Waikabubak dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit.

Upacara Adat

Wulla Poddu, Bijingu Paana, Pasola merupakan acara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Sumba Barat sebagai pemeluk agama Marapu sembah kepada roh-roh dan arwa nenek moyang. Dari Ibukota Kabupaten dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan jarak tempuh antara 20 sampai 45 menit.


Wilayah Kabupaten Sumba Barat


Pesantren

Pesantren di Kabupaten Sumba Barat


Pengurus Nahdlatul Ulama

PCNU Kabupaten Sumba Barat


Tokoh

Tokoh di Kabupaten Sumba Barat



Sumber :

http://www.sumbabaratkab.go.id

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox