Kota Jakarta Utara

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Contents

Geografis

Wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara mempunyai luas 146,66 km2 Berdasarkan posisi geografisnya, Kota Administrasi Jakarta Utara memiliki batas-batas: di sebelah utara membentang pantai Laut Jawa dari Barat sampai ke Timur sepanjang ± 35 km, sementara di sebelah selatan berbatasan dengan wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur, di sebelah timur berbatasan dengan Jakarta Timur dan Kabupaten Bekasi, sebelah barat dengan Kabupaten Tangerang dan Jakarta Barat.

Ketinggian wilayah dari permukaan laut antara 0 s/d 2 meter, pada beberapa tempat tertentu berada di bawah permukaan laut yang sebagian besar terdiri dari rawa-rawa atau empang air payau.

Sebagai wilayah pantai yang beriklim panas, mempunyai suhu rata-rata berkisar 28,97oC pada tahun 2010. Rata-rata curah hujan 191,21 mm3 dengan maksimal curah hujan pada bulan Januari (572,2 mm3) dan kelembaban udara rata-rata 77,9 persen. Sepanjang tahun 2010 rata-rata kecepatan angin di wilayah Jakarta Utara sekitar 4,39 knot.

Curah hujan pada tahun 2010 mencapai 2.294,5 mm3 atau meningkat dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 1.631,2 mm3. Kondisi wilayah yang merupakan daerah pantai dan tempat bermuaranya 13 (tiga belas) sungai, menyebabkan wilayah ini merupakan daerah rawan banjir, baik kiriman maupun banjir karena air pasang laut.

Demografi

Komposisi penduduk Jakarta Utara pada tahun 2010 didominasi oleh penduduk berusia muda atau kelompok umur 25-29 tahun. Jika diamati lebih dalam, tampak bahwa penduduk pada kelompok usia 0-4 tahun lebih besar jika dibandingkan dengan penduduk yang berusia 5–9 tahun. Hal ini merupakan indikasi adanya penanganan kesehatan yang sangat baik oleh pemerintah Jakarta Utara khususnya penanganan kesehatan ibu hamil dan anak balita sehingga tingkat kematian pada anak balita menjadi lebih rendah.

Penduduk Jakarta Utara berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 tercatat sebanyak 1.645.659 jiwa yang terdiri dari 824.480 jiwa laki-laki dan 821.179 jiwa perempuan.

Apabila dirinci menurut kecamatan terlihat bahwa sebaran terbanyak terjadi di Kecamatan Tanjung Priok sebesar 22,80 persen, kemudian diikuti Kecamatan Cilincing  sebesar 22,56 persen, Kecamatan Penjaringan sebesar 18,62 persen, dan Kecamatan Koja sebesar 17,51 persen.  Sedangkan Kecamatan Pademangan dan Kelapa Gading sebaran penduduknya berada di bawah 10 persen.
Demikian besar daya tarik Jakarta Utara sebagai bagian dari ibukota Jakarta membuat angka  urbanisasi tinggi sehingga tingkat kepadatan penduduk terus meningkat dari waktu ke waktu. Dengan luas wilayah yang mencapai 146,66 km2 maka rata-rata tingkat kepadatan  penduduk  Jakarta Utara sebanyak 11.219 jiwa per km2.

Angka sex rasio berdasarkan hasil SP 2010 tercatat 100 persen, berarti pada setiap 100 laki-laki terdapat 100 perempuan. Berbeda dengan hasil Sensus Penduduk tahun 2000 dimana sex rasio menunjukan bahwa penduduk laki-laki lebih sedikit dibandingkan perempuan.

Tingkat kepadatan penduduknya tertinggi adalah Kecamatan Koja sebesar 23.529 jiwa per km2 sedangkan yang paling rendah adalah Kecamatan Penjaringan sebesar 6.748 jiwa per km2.

Sementara itu laju pertumbuhan penduduk Jakarta Utara per tahun selama sepuluh tahun terakhir (2000-2010) sebesar 1,49 persen. Laju pertumbuhan penduduk ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada kurun waktu 1990-2000 yang hanya mencapai 0,51 persen per tahun.

Laju pertumbuhan penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Penjaringan dan Cilincing masing-masing sebesar 1,99 persen, sedangkan yang terendah di Kecamatan Kelapa Gading sebesar 0,33 persen.

Jumlah penduduk berdasarkan hasil registrasi kelurahan atau penduduk yang sudah memiliki Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) setempat tercatat sebanyak 1.423.611 jiwa pada tahun 2010. Jumlah penduduk laki-laki jauh lebih banyak dibandingkan perempuan, yaitu 777.771 jiwa sedangkan penduduk perempuan 645.840 jiwa.

Angka sex rasio pada tahun 2010 tercatat 120 persen, berarti pada setiap 120 laki-laki terdapat 100 perempuan. Sedangkan hasil registrasi penduduk akhir tahun 2008 dan 2009 menunjukkan angka sex rasio lebih rendah, dimana setiap 100 penduduk perempuan terdapat 104 penduduk laki-laki.

Dengan luas wilayah yang tetap, sementara jumlah penduduk terus meningkat mengakibatkan kepadatan penduduk semakin tinggi. Tingkat kepadatan penduduk di Jakarta Utara pada tahun 2010 mencapai 9.707 jiwa/km2.

Apabila dirinci menurut kecamatan terlihat bahwa jumlah penduduk akhir tahun 2010 terbanyak berada di kecamatan Tanjung Priok meliputi 333.583 jiwa, dan diikuti oleh kecamatan Cilincing, Koja dan Penjaringan. Adapun kecamatan dengan jumlah penduduk terendah adalah kecamatan Kelapa Gading, yaitu 115.199 jiwa.


Sejarah

Wilayah Jakarta Utara yg merupakan bagian dari pemerintah daerah Khusus Ibukota Jakarta, ternyata pada abad ke 5 justru merupakan pusat pertumbuhan pemerintah kota Jakarta yg tepatnya terletak dimuara sungai Ciliwung di daerah Angke. Saat itu muara Ciliwung merupakan Bandar Pelabuhan Kerajaan Tarumanegara dibawah pimpinan Raja Purnawarman. Betapa penting wilayah Jakarta Utara pada Saat itu dapat dilihat dari perebutan silih berganti antara berbagai pihak, yang peninggalannya sampai kini dapat ditemukan dibeberapa tempat di Jakarta Utara, seperti Kelurahan Tugu, Pasar Ikan dan lain sebagainya.

Untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat, pada bulan Agustus 1966 di DKI Jakarta dibentuk beberapa “Kota Administrasi”. Berbeda dengan kota Otonom yang dilengkapi dengan DPRD Tk. II, maka kota-kota Administrasi di DKI Jakarta tidak memiliki DPRD Tk II yang mendampingi Walikota. Berdasarkan Lembaran Daerah No. 4/1966 ditetapkanlah Lima wilayah kota Administratif di DKI Jakarta, yaitu : Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan & Jakarta Utara,yang dilengkapi dengan 22 Kecamatan dan 220 Kelurahan. Pembentukan Kecamatan dan Kelurahan ini didasarkan pada asas Teritorial dengan mengacu pada jumlah penduduk yaitu 200.000 Jiwa untuk Kecamatan, 30.000 Jiwa Kelurahan perkotaan dan 10.000 Jiwa Kelurahan pinggiran.

Setelah Pelantikan para Walikota dan Wakil-wakilnya berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta No. 1b/3/1/2/1966 tanggal 22 Agustus 1966, maka Gubernur DKI Jakarta dalam Lembaran Daerah No. 5/1966 menetapkan 5 kota Administrasi lengkap dengan wilayah dan Batasnya masing -masing terhitung mulai 1 September 1966. Prinsip Dekonsentrasi yang digariskan gubernur Dalam pembentukan Kota-kota Admnistrasi ini memberikan batas-batas wewenang dan tanggung jawab kepada Walikota dalam 3 Penergasan, yaitu :

Teknis Administratif yaitu Setiap Pelakasanaan tugas yang menyangkut segi teknis.

Teknis Operasional yaitu penentuan kebijakan pelaksanaan tugas (Policy Executing, bukan Policy Making)

Koordinatif Teritorial yaitu pemimpin pengkoordinasian dari segala gerak langkah potensi yang ada dalam wilayah setempat.

Dengan tiga penegasan ini maka kedudukan pemerintah ditingkat kota adalah semata-mata merupakaan verlengstruk dan alat pelaksana dari Gubernur Kepala Daerah yang diwujudkan dalam proses penyempurnaan administrasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kelancaran roda pemerintahan. Sesuai dengan kedudukannya, manajemen pemerintahan ditingkat kota didasarkan pada delegasi wewenang yang dilimpahkan oleh Gubernur KDH dalam melaksanakan tugas-tugas eksekutif Pemerintah Daerah. Wewenang dan tanggung jawab Walikota dengan demikian bukan figur politik, melainkan figur teknis.

UU No. 11/1990 menetapkan wilayah DKI Jakarta terbagi menjadi Lima Wilayah Kotamadya yang tetap tanpa dilengkapi DPRD Tingkat II. Dengan demikian kedudukan Walikotamaya, Camat dan Lurah yang ada di DKI Jakarta semata-mata merupakan Pembantu dan alat Pelaksanaan Gubernur KDH. Dengan UU ini istilah Kota Administratif yang ada di DKI Jakarta berubah menjadi Kotamadya, dan salah satu kotamadya itu adalah Kotamadya Jakarta Utara.


Wilayah Kota Jakarta Utara


Pesantren

Pesantren di Kota Jakarta Utara


Pengurus Nahdlatul Ulama

PCNU Kota Jakarta Utara


Tokoh

Tokoh di Kota Jakarta Utara





Sumber :

http://www.jakartautara.co/

http://utara.jakarta.go.id

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox