Krapyak, Yogyakarta

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Contents

Sejarah

Siapa yang tak kenal dengan pondok pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta yang telah banyak melahirkan ulama-ulama ahli quran terkemuka.Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta yang didirikan tahun 1910 M oleh al-maghfurlah K. H. M. Moenawwir, merupakan cikal bakal pesantren tempat madrasah tsanawiyah Ali Maksum bernaung. Pesantren ini telah dikenal luas oleh berbagai kalangan di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh sebuah kenyataan, bahwa Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta telah mampu menunjukkan perannya dalam membina umat, menyiapkan kader-kader bangsa yang memiliki integritas wawasan dan kedalaman ilmu dengan landasan keimanan dan ketaqwaan yang mantap.

KH.MOENAWIR

Semula pesantren yang didirikan sekitar tahun 1909 oleh kh Moenawir hanya dihuni 10 santri , kini pesantren krapyak berkembang pesat dengan jumlah santri yang mencapai ratusan. Sosok Kh Moenawir atau yang akrab dipanggil Mbah Moenawir merupakan sosok ulama yang oleh Rosululloh saw disebut Sebagai “Keluarga Alloh” atau “waliyulloh”, karena kemampuannya sebagai ahlul qur’an ( penghapal qur’an dan mengamalkan kandungan alqur’an).

Sejak usia 10 tahun Kh Moenawir telah Hapal Quran 30 Juz dan Beliau gemar sekali menghatamkan alquran , beliau dikirim ayahnya KH.Abdul Rosyad untuk belajar kepada seorang Ulama terkemuka di Bangkalan Madura KH.Muhammad Kholil , Bakat kepasihan Mbah Moenawir dalam Pembacaan Alquran memberikan kesan tersendiri dihati Gurunya (Kh.Muhammad Kholil ) dan suatu ketika gurunya menyuruh Kh Moenawir untuk menjadi imam Sholat sedangkan Gurunya Kh Kholil menjadi Mak’mum. Tahun 1888 Kh Moenawir bermukim di Mekkah dan memperdalam ilmu-ilmu Alquran kurang lebih 20 tahun, kesempatan tersebut Beliau gunakan untuk mempelajari Ilmu Tahfizul quran , qira’at sab’ah dengan Ulama -ulama setempat. Hingga Kh Moenawir memperoleh Ijazah Sanad Qira’at yang bersambung ke urutan 35 sampai ke Rosululloh SAW dari Seorang Ulama Mekkah yang termashur Syech Abdul Karim bin Umar Al Badri Addimyati . KhMoenawir Mampu menghatamkan Alquran hanya dalam Satu rakaat sholat, dan sebagai orang awan mungkin itu Mustahil dilakukan tapi bagi Kh Moenawir itu mampu . Bahkan Kh Moenawir dalam menjaga hapalannya beliau melakukan Riyadhoh dengan membaca alquran secara terus menerus selama 40 hari 40 malam sampai terlihat oleh beberapa murid nya Mulut Kh Moenawir terluka dan mengeluarkan darah.

Kedisiplinan Kh.Moenawir dalam mengajar Alquran kepada murid-muridnya sangat ketat bahkan pernah muridnya membaca Fatiha samapi dua tahun diulang-ulang karena menurut Kh Moenawir belum Tepat bacaannya baik dari segi makhrajnya maupun tajwidnya, maka tak heran bila murid murid beliau menjadi Ulama-ulama yang Hufadz ( hapal quran) dan mendirikan Pesantren Tahfizul quran seperti Pon-pes Yanbu’ul Qur’an kudus (Kh.Arwani Amin) , Pesantren Al Muayyad solo ( KH Ahmad Umar) dll. Peristiwa menarik pernah dialami oleh murid KH Moenawir, sewaktu beliau disuruh oleh istri Mbah Moenawir untuk meminta sejumlah uang kepada Mbah Moenawir yang akan digunakan sebagai keperluan belanja sehari hari, Kh moenawir selalu merogoh sejadahnya dan diserahkan uang tersebut kepada Muridnya, padahal selama ini muruid-muridnya hanya tahu bahwa sepanjang waktu mba moenawir hanya duduk saja di serambi masjid sambil mengajar alquran. Kh.Moenawir wafat sekitar tahun 1942 dan dimakamkan di sekitar Pondok pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta.

KH Ali Maksum

Sepeninggal K. H. M. Moenawwir, kepemimpinan Pondok Pesantren dipegang oleh KH. Ali Maksum (1911 – 1989 M). Muhammad Ali bin Maksum bin Ahmad dilahirkan di Lasem, kota tua di Jawa Tengah dari keluarga keturunan Sultan Minangkabau Malaka. Putra pasangan Kyai Haji Maksum Ahmad dan Nyai Hajjah Nuriyati Zainuddin ini, dari jalur kedua orangtua beliau juga merupakan keturunan Sayyid Abdurrahman Sambu alias Pangeran Kusumo bin Pangeran Ngalogo alias Pangeran Muhammad Syihabudin Sambu Digdadiningrat alias Mbah Sambu. Garis keturunan ini banyak melahirkan keluarga pesantren yang tersebar di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Masa muda beliau habiskan dengan berguru dari pesantren ke pesantren. Dimulai dari ayahnya sendiri yang juga seorang kyai ulama besar, beliau kemudian nyantri kepada Kyai Amir Pekalongan untuk kemudian melanjutkan nyantri kepada Kyai Dimyati Abdullah (adik Syeikh Mahfudz Attarmasi) Tremas Pacitan Jawa Timur. Sejak di Termas inilah beliau terlihat menonjol dan akhirnya ikut membantu gurunya mengajar dan mengurus madrasah pesantren dan membuat karangan tulisan.

Tak lama setelah diambil menantu oleh KHM Munawwir al Hafidh al Muqri Krapyak Yogyakarta, beliau dibantu oleh seorang saudagar Kauman Yogyakarta untuk berhaji ke Mekah. Kesempatan ini beliau pergunakan pula untuk melanjutkan mengaji tabarrukan kepada para ulama Mekah ; Sayyid Alwi al Maliki Al Hasni, Syaikh Masyayikh Hamid Mannan, Syaikh Umar Hamdan dan sebagainya.

Setelah dua tahun mengaji di Mekah Kyai Ali kembali ke tanah Jawa. Sedianya beliau hendak tinggal di Lasem membantu ayahnya mengembangkan pesantren. Namun, sepeninggal Kyai Munawwir Krapyak, Pondok Krapyak memerlukan beliau untuk melanjutkan perjuangan di bidang pendidikan bersama-sama dengan KHR. Abdullah Affandi Munawwir dan KHR. Abdul Qadir Munawwir.

Akhirnya beliau menghabiskan umur dan segenap daya upaya beliau untuk merawat dan mengembangkan Pondok Krapyak, yang pada saat diasuh mendiang Kyai Munawwir merupakan cikal bakal pesantren al Qur’an di Indonesia.

Di bidang pendidikan pesantren, beliau merintis pola semi moderen dengan sistem klasikal hingga berkembanglah madrasah-madrasah hingga saat ini. Beliau juga diminta untuk menjadi dosen luar biasa pada Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Di bidang kemasyarakatan dan politik, beliau pernah menjadi anggota majlis Konstituante, sebuah lembaga pembuat Undang-Undang Dasar pada masa rejim Orde Lama. Dalam organisasi para kyai, Nahdlatul Ulama, beliau pernah memangku jabatan Rais ‘Aam Syuriyyah yang mengantarkan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama keluar dari jalur politik pada masa rejim Orde Baru.

Di sela-sela mengasuh seribuan lebih santrinya, beliau menyempatkan diri untuk memberikan pengajian di masyarakat, mengawasi sendiri pembangunan gedung-gedung pondok dan menulis kitab-kitab. Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, Tasrif ul Kalimah, As Shorf al Wadlih, Risalatussiyam, Ilmu Mantiq, adalah beberapa dari kitab berbahasa Arab susunan beliau.

Sebelum meninggal pada akhir 1989, dari sentuhan tangan beliau telah dilahirkan ratusan kyai dari ribuan santri yang mengaji pada beliau pada kurun 1946 hingga 1989. Dari keteguhan beliau, Pondok Krapyak beberapa hari sebelum beliau meninggal menjadi tempat penyelenggaraan Muktamar Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, pertemuan paling bergengsi organisasi para ulama Indonesia, yang dihadiri oleh penguasa Indonesia saat itu, Jenderal Suharto.

Dari kesabaran beliau yang selama hidup dibantu oleh istrinya Nyai Hasyimah Munawwir, telah berdiri dan berkembang Taman Kanak-Kanak, Madrasah Diniyyah, Madrasah Tsanawiyyah, Madrasah Aliyah, Madrasah Tahfidzil Qur’an dan Madrasah Takhassusiyah untuk para santri mahasiswa.

Madrasah Tsanawiyah Ali Maksum

Dibawah kepemimpinan al-maghfurlah K. H. Ali Maksum, puluhan tahun kemudian Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta mengalami beberapa perkembangan dengan pendirian berbagai lembaga pendidikan yang salah satunya adalah Madrasah Tsanawiyah Ali Maksum. MTs Ali Maksum didirikan pada 25 Mei 1990, bersamaan dengan berdirinya Yayasan Ali Maksum. Diikuti dengan terbitnya piagam Madrasah No. 92/057/B/Ts tanggal 19 Desember 1991.

Madrasah Aliyah Ali Maksum

Sejarah Kelahiran Madrasah Aliyah Ali Maksum salah satu rintisan KH. Ali Maksum sebagai bentuk pengembangan dari Pondok Pesantren yang sudah ada. Madrasah Aliyah berdiri pada tahun 1962 dengan nama MTs 6 tahun. Seiring dengan perkembangan model Madrasah, maka Mts 6 tahun tersebut membelah menjadi MTs 3 tahun dan MA 3 tahun.

Tahun 1990, ketika Pesantren mengalami estafet kepemimpinan, Madrasah Aliyah mengalami perubahan nama menjadi Madrasah Aliyah Ali Maksum. Hal itu dilakukan untuk memudahkan manajemen pengelolaan.

Latar Belakang Perkembangan arus teknologi informarmatika saat ini, satu sisi, dapat membantu perkembangan intelektualitas anak bangsa, akan tetapi di sisi lain, dapat menimbulkan problem moralitas. Betapa mudahnya anak bangsa mengakses informasi yang menyesatkan, sekaligus dengan gambar-gambar syur dari dunia maya, belum lagi proses pendangkalan akidah.

Persoalan ini, tidak saja menggelisahkan para orang tua, akan tetapi para guru yang ada di sekolah, sehingga banyak orang tua dihantui rasa kekhawairan jika melepas putra-putrinya berangkat sekolah, apalagi kalau harus di luar daerah.

Dalam kerangka inilah Madrasah Aliyah Ali Maksum, yang berada di tengah-tengah Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta memberikan tawaran menarik, sekaligus pengembangan intelektualitas yang dilandasi dengan nilai-nilai relegius.

Lembaga Kajian Islam Mahasiswa (LKIM)

Lembaga Kajian Islam Mahasiswa merupakan lembaga pendidikan tinggi nonformal pondok pesantren yang diselenggarakan oleh Pondok pesantren Krapyak Yogyakarta khusus bagi mahasiswa (PT umum maupun PT agama) yang berminat belajar agama Islam. Mereka yang pada pagi harinya kuliah di beberapa perguruan tinggi tersebut, jika sore, malam dan pagi hari mengikuti kegiatan pengajian program LKIM untuk mendalami Agama dan pelatihan dakwah serta kepemimpinan.

Untuk menjamin kualitas pendidikan, para santri-mahasiswa LKIM dibimbing oleh dosen dan para ustad (alumnus PT dalam dan luar negeri) baik dari dalam dan luar pondok pesantren yang ahli di bidangnya, yang akan mengantarkan santri mahasiswa memiliki wawasan yang luas dalam memahami ajaran-ajaran Islam.

Ma'had Ali

Diselenggarakan mulai tahun 2007, Ma’had Ali LKIM merupakan pendidikan pesantren tingkat perguruan tinggi yang mengkaji ilmu-ilmu keislaman dengan konsentrasi tafsir dan hadis. Peserta program ini umumnya adalah alumni pondok pesantren yang ingin lebih mendalami kajian tafsir hadis dengan gabungan kurikulum tradisional maupun kontemporer. Calon peserta yang kebanyakan adalah mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta sebelumnya menjalani tes seleksi masuk yang berlangsung pada bulan Juli-September. Kegiatan dirasah/perkuliahan yang diampu oleh para kiai atau ustadz berlangsung pada malam hari.

Madrasah Tahfidzill Qur’an

Madrasah Tahfidz bertujuan membimbing santri menghafal al-Qur’an serta mendalami Ilmu-Ilmunya, memiliki moralitas dan akhlaq Qur’ani dan sekaligus diharapkan dapat mengamalkan ajaran-ajaran al-Qur’an dalam kehidupannya. Seorang santri dengan kecerdasan yang cukup, rata-rata dapat menghafal al-Qur’an antara 2 s/d 4 tahun, namun untuk menghafal al-qur’an dan memahami tafsirnya serta mendalami ilmu-ilmunya memang diperlukan waktu lebih lama lagi.

Santri Tahfidz ini adalah adalah santri yang sudah selesai mengaji al-Qur’an binnadri (dapat membaca al Qur’an dengan fasih) dan memiliki niatan kuat untuk menghafalkan dan mendalami al-Qur’an.

Madrasah Diniyah

Pendidikan khusus ilmu keagamaan, Madrasah Diniyah Ali Maksum ini didasarkan atas kebutuhan spiritual masyarakat untuk memperoleh dasar pendidikan agama Islam. Sasaran lembaga ini adalah para pelajar SD, SLTP/ SLTA yang ada di Yogyakarta ini yang bermaksud menimba ilmu agama. Oleh karena itu diselenggarakan madrasah Diniyah dengan pengelolaan khusus yang merupakan konsumsi untuk masyarakat di luar pondok pesantren.

Madrasah Diniyah Ali Maksum memulai tahun ajaran barunya bersamaan dengan tahun ajaran baru di sekolah-sekolah umum dengan menyelenggarakan jenjang pendidikan sebagai berikut :

a. Tingkat Awwaliyah (Dasar), 4 tahun ( kelas 1 – 4 )

b. Tingkat Wustho (Menengah), 2 tahun .

c. Tingkat Ulya (Atas), 2 tahun .


Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Plus

TPQ Plus ini merupakan salah satu lembaga di bawah Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak dalam usaha memenuhi kebutuhan masyarakat umum akan pentingnya pendidikan dan pengajaran al-Qur’an bagi anak dengan cara cepat dan tepat. Lembaga ini karenanya dikhususkan bagi anak usia TK/ SD yang berada di lingkungan pondok pesantren. Selain memperhatikan aspek psikologi anak dan penambahan pelajaran praktek ibadah, TPQ ini memiliki kekhasan, yaitu digunakannya pola pengajaran baca tulis al-Qur’an yang disesuaikan dengan kaidah Bahasa Arab. Peserta didik karenanya selain mampu membaca al-Qur’an dengan baik, juga dapat memiliki pengetahuan dasar Bahasa Arab.

TPQ Plus Ali Maksum dengan sistem tersebut dimaksudkan agar anak/siswa :

a. Dapat membaca al-Qur’an dengan fasih.

b. Bebas dari buta baca tulis huruf Arab.

c. Mampu mengamalkan ajaran ibadah dengan baik dan benar.

d. Memiliki akhlaqul karimah dan budi pekerti

Materi Pendidikan TPQ Plus Ali Maksum meliputi : penguasaan buku pegangan Qiro’ah Muyassaroh, hafalan surat-surat pendek, do’a sehari-hari, praktek ibadah, belajar, cerita, bermain dan menyanyi lagu-lagu Islami.

SMP Ali Maksum

SMP Ali Maksum adalah sekolah berbasis pesantren dan membuka program unggulan yang didukung oleh program-program dan metode-metode pembelajaran mutakhir seperti Scud Memory, Brain Gym, Multiple Intelligences, Brain Based Learning, serta International Language Community. SMP Ali Maksum bernaung dibawah Kementrian Pendidikan Nasional.

Sumber:http://krapyak.org

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox