Propinsi Kalimantan Utara

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Contents

Geografis

Provinsi Kalimantan Utara merupakan Provinsi ke-34 di Indonesia dan merupakan provinsi termuda dari seluruh Provinsi yang ada di Indonesia. Batas-batas geografis Provinsi Kalimantan utara adalah :

Batas Utara : Negara Malaysia Bagian Sabah

Batas Selatan : Kabupaten Kutai Barat, Kutai Timur, Kutai Kertanegara Kan Kab. Berau Prov Kaltim

BatasTimur : Laut Sulawesi

Batas Barat : Negara Malaysia Bagian Serawak

Letak Geografis Provinsi Kalimantan Utara memiliki lokasi yang sangat strategis dan menguntungkan, karena daerahnya di lewati oleh alur pelayaran yang termasuk dalam kategori Alur Laut Kawasan Indonesia II (ALKI II) yang sering dilewati oleh kapal kapal yang berlayar dari perairan Indonesia ke alur pelayaran internasional meliputi Kawasan Malaysia, Filipina, Brunei, Singapore dan negara-negara ASEAN, serta negara-negara Asia Pasifik seperti Hongkong, China, Korea Selatan dan Jepang.

Provinsi Kalimantan Utara merupakan provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, tepatnya dengan Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia. Untuk daerah daratan terdapat + 1.038 km garis perbatasan antara Provinsi Kalimantan Utara dengan Negara Malaysia.



Demografi

Pada saat terbitnya Undang Undang Nomor 20 Tahun 2012 jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Utara berjumlah + 692.163 jiwa, dengan kepadatan penduduk + 10 Jiwa/Km.

Saat ini (Awal November 2013) setelah terbentuk dan berjalannya roda Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara selama kurun waktu + 1 (satu) tahun sejak di ditetapkannya UU No, 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara, maka terjadi peningkatan jumlah penduduk sebesar 30.842 jiwa atau sebesar 4,45 % jiwa sehingga jumlah penduduk menjadi sebanyak 723.005 jiwa, dengan rincian sebagai berikut :

• Kabupaten Bulungan : + 150.997 jiwa

• Kabupaten Malinau : + 83.339 jiwa

• Kabuapaten Nunukan : + 220.257 jiwa

• Kabupaten Tana Tidung : + 28.439 jiwa

• Kota Tarakan : + 239.973 jiwa

Penduduk Provinsi Kalimantan Utara adalah heterogen (majemuk) yang terdiri dari berbagai suku. Secara garis besar penduduk Provinsi Kalimantan Utara terdiri dari :

• Suku Dayak

• Suku Tidung

• Suku Bulungan

• Suku Banjar

• Suku Bugis

• Suku Jawa

• Suku Sunda, NTT, NTB dan lain-lain.

• Etnis China


Sejarah

Terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara yang disingkat menjadi Kaltara, melalui proses panjang yang diwacanakan sejak tahun 2000. Provinsi Kaltara secara resmi terbentuk sejak ditandatanganinya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara pada tanggal 16 November 2012 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

RUU pembentukan Provinsi Kalimantan Utara ini sebelumnya telah disetujui oleh Rapat Paripurna DPR pada 25 Oktober 2012 untuk disahkan menjadi undang-undang (UU). Sejak terbit UU No. 20 Tahun 2012 maka resmi terbentuk Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi ke 34 di Indonesia. Pada tanggal 22 April 2013 Penjabat Gubernur Kalimantan Utara yaitu Irianto Lambrie dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Jakarta.

Tujuan pembentukan provinsi ini adalah untuk mendorong peningkatan pelayanan dibidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, memperpendek rentang kendali (span of control) pemerintahan, terutama di kawasan perbatasan. Pemerintah Pusat berharap dengan adanya pemerintahan provinsi, permasalahan di perbatasan utara Kalimantan dapat langsung dikontrol dan dikendalikan oleh pemerintah pusat dan daerah. Diharapkan juga dengan adanya Provinsi Kaltara dapat meningkatkan perekonomian warga Kalimantan Utara yang berada di dekat perbatasan dengan negara-negara tetangga.

Pada saat dibentuknya, wilayah Kaltara terbagi 5 wilayah administrasi yang terdiri atas 1 kota dan 4 kabupaten yakni Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung. Seluruh wilayah tersebut sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Kalimantan Timur. Berdasarkan bunyi Pasal 7 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012, Kaltara beribukota Tanjung Selor yang berada di Kabupaten Bulungan.


Potensi Daerah

Pertambangan dan Migas

Potensi mineral dan energi yang sudah terdeteksi di Kaltara antara lain batu gamping sebanyak 654 ribu ton di Malinau dan 25 ribu ton di Nunukan, Sirtu 2,50 juta ton di Nunukan, dan pasir kuarsa sebanyak 1 milyar ton di Nunukan.

Terdapat beberapa perusahaan baik pertambangan Minyak dan Gas Bumi seperti PT. Pertamina, pertambangan batubara, emas dan mineral lainnya yang ada di wilayah Provinsi Kalimantan Utara.

Terdapat beberapa perusahaan batubara baik yang izinnya dari pusat atau PKP2B maupun izin pertambangan dari Bupati setempat, seperti PT. Pesona Kathulistiwa Nusantara, PT. Delma Mining Coorporation dan lain-lain.

Perkebunan

Potensi perkebunan berupa perkebunan kelapa sawit, perkebunan cokelat, perkebunan kopi dan lain-lain.

Terdapat beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tersebar di 4 (empat) kabupaten dalam Provinsi Kalimantan Utara. Beberapa perusahaan tersebut antara lain : PT. Sanggam Kahuripan Indonesia, PT. Inti Selaras Perkasa, PT. Sentosa Sukses Utama dan lain-lain.

Kehutanan

Terdiri dari hutan konservasi (Hutan Lindung) dan ada hutan yang dapat dibudidayakan (Kawasan Budidaya Kehutanan dan Kawasan Budidaya Non Kehutanan).

Terdapat beberapa perusahaan IUPHHK (Izin Usaha Pengelolaan Hasil Hutan Kayu) yang bekerja di wilayah Provinsi Kalimantan Utara.

Terdapat juga hutan yang dilindungi dan dikenal di seluruh dunia yaitu Hutan Lindung Kayan Mentarang yang luasnya + 1,5 juta Ha, yang terletak di 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan. Hutan ini juga dikenal dengan julukan sebagai “Heart of Borneo“

Perikanan dan Kelautan

Hasil laut dan tambak berupa ikan, udang, budi daya rumput laut dan hasil laut lainnya.

Terdapat beberapa perusahaan yang bergerak disektor perikanan dan kelautan, termasuk yang bergerak di pertambakan udang.

Komoditi Udang dari wilayah Provinsi Kalimantan Utara sudah terkenal bahkan sampai keluar negeri, dan dikenal dengan Udang Borneo atau “Borneo Shrimp“.

Pariwisata

Potensi wisata di Kabupaten Nunukan antara lain wisata alam Pantai Batu Lemampu, Puncak Bukit Batu Sicien, Air Terjun Ruab Sebiling, dan Air Terjun Binusan serta wisata budaya musik dan tari bambu tradisional.

Sedangkan di Kabupaten Malinau, potensi wisatanya antara lain Air Terjun Taras, Air Terjun Marthin Billa, Batu Ujang-ujang, arus liar Sungai Tugu dan Sungai Bahaowulu, air panas Semolon, dan wisata eko di Taman Nasional Kayan Mentarang serta wisata budaya di Desa Long Ampung, Long Nawang, dan Desa Samburudut. Produk khas Malinau antara lain tas rajutan, keripik buah, dan madu asli Malinau.

Potensi wisata di Kabupaten Tana Tidung Gunung Rian di Desa Safari Rian Kecamatan Sasayap yang berhutan lindung luas dengan Air Terjun Rian-nya, Batu Mapan yang dinilai keramat di Km 6 Tidung Pale, sumber air panas di Mantalapan, Air Terjun Bikis, dan menyusuri Sungai Sesayap dengan perahu menikmati hutan lindung di sepanjang Sesayap serta wisata budaya melihat adat istiadat dan kebudayaan Suku Tidung.

Di Kota Tarakan sendiri potensi wisatanya antara lain Pantai Amal di Kampung empat, 11 Km dari pusat kota, Wana Wisata Persemaian di daerah Juata, bunker dan gudang museum peninggalan Belanda, Tugu Australia, Tugu Perabuan di Jalan Markoni, dan Meriam Perang bekas peninggalan Belanda di Jalan Sumatra, depan Wisma Patra.

Sedangkan di Kabupaten Bulungan, potensi arung jeram di Sungai Giram dan Sungai Kayan, Air Terjun Long Pin, Sumber Air Panas Sajau, Gunung Putih, Air Terjun Idaman KM 18, Pulau Burung, Pantai Tanah Kuning, Pantai Nibung, Pantai Nibung yang berpasir putih, dan Pantai Bahari Karang Tigau di Desa Tanah Kuning yang juga berpasir serta oleh-oleh khas Tidung Pale yaitu madu asli dan udang sungai.

Pertanian

Potensi pertanian berupa padi sawah, padi ladang, jagung, kedelai dan sebagainya.

Terdapat perusahaan besar yang menanamkan ivenstasinya di sektor pertanian berupa pertanian tanaman padi dan palawija, seperti PT. Sang Hyang Sri, PT.Nusa Agro Mandiri (PT. Solaria) dan lain-lain.

Di Kabupaten Bulungan terdapat Kawasan pertanian terpadu yang dikenal dengan sebutan Delta Kayan Food Estate dengan luas lahan + 50.000 Ha.



Wilayah


Pesantren

Pengurus Nadlatul Ulama

Tokoh

Sumber :

http://kaltaraprov.go.id

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox