Propinsi Kepulauan Riau

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Contents

Geografi

Provinsi Kepulauan Riau mempunyai letak yang sangat strategis, yaitu pada pintu masuk Selat Malaka dari sebelah Timur juga berbatasan dengan pusat bisnis dan keuangan di Asia Pasifik yakni Singapura. Secara geografis Provinsi Kepulauan Riau terletak diantara 5o Lintang Utara – 1o lintang selatan dan 101o – 109o Bujur Timur. Luas wilayah secara keseluruhan adalah 8.084,01 km2.

Batas wilayah Provinsi Kepulauan Riau adalah sebagai berikut :

• Utara berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja

• Selatan berbatasan dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi

• Timur berbatasan dengan Malaysia, Brunei, dan Provinsi Kalimantan Barat

• Barat berbatasan dengan Singapura, Malaysia, dan Provinsi Riau

Saat ini pada beberapa daerah di Kepulauan Riau (Batam, Bintan, dan Karimun) tengah diupayakan sebagai pilot project pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui kerjasama dengan Pemerintah Singapura.

Penerapan kebijakan KEK di Batam-Bintan-Karimun, merupakan bentuk kerjasama yang erat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dan partisipasi dunia usaha. KEK ini nantinya merupakan simpul-simpul dari pusat kegiatan ekonomi unggulan, yang didukung baik fasilitas pelayanan prima maupun kapasitas prasarana yang berdaya saing internasional. Setiap pelaku usaha yang berlokasi di dalamnya, akan memperoleh pelayanan dan fasilitas yang mutunya dapat bersaing dengan praktik-praktik terbaik dari kawasan sejenis di Asia-Pasifik.

Demografi

Berdasarkan catatan di Dinas sampai dengan bulan September 2006, penduduk di Provinsi Kepulauan Riau berjumlah 1.337.863 jiwa, dimana jumlah penduduk terbesar terkonsentrasi di wilayah Kota Batam (49,03%), diikuti oleh Kab. Karimun (15,69%).


Sejarah

Berdirinya Provinsi Kepulauan Riau sebagai Provinsi ke-32 telah diresmikan pada tanggal 1 Juli 2004 oleh Drs. H. Ismeth Abdullah yang ditunjuk sebagai caretaker Gubernur Provinsi Kepulauan Riau dan pelantikan anggota DPRD Provinsi Kepri dilakukan pada tanggal 9 September 2004, dimana sejak saat itu Provinsi Kepri terdiri atas 6 Kota/Kab, yaitu: Kota Batam, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Kepulauan Riau (diganti menjadi Kabupaten Bintan), Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Lingga. Ibukota Provinsi Kepri ditetapkan berada di Kota Tanjung Pinang.


Sosial Budaya

Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau sebagian besar terdiri dari suku melayu, suku bugis, suku jawa dan lain-lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa melayu riau, tetapi sebagian besar masyarakat menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar sehari-hari.

Lagu daerah

• Dendang Nelayan,

• Segantang Lada.

Tarian tradisional

• Tari Joget Lambak , • Tari Zapin,

• Tari Makinang

Senjata tradisional

• Badik

Rumah tradisional

• Rumah Melayu Selaso Jatuh Kembar

Alat musik tradisional

• Gendang

Makanan khas

• Otak – otak,

• Lakse,

• mie lender,

• siput gong gong,

• kopi tarik,

• teh tarik

• dendeng balado


Potensi Daerah

Pariwisata

Provinsi Kepulauan Riau memiliki beberapa objek wisata yang menarik untuk dikunjugi. Diantaranya adalah Masjid Sultan Riau, Makam Raja Ali Haji, Gedung Mesiu, Masjid Jamik Daik, Pulau Galang, Benteng Bukit Kursi, Benteng Bukit Cening, dll.

Industri

Letaknya yang sangat strategis membuat potensi provinsi kepulauan riau menjadi sangat besar. khususnya di Kota Batam. Konsep pengembangan Batam sebagai daerah industri pada dasarnya mengandalkan letak geografis yang strategis dengan negara tetangga yakni Singapura yang merupakan salah satu kawasan lintas pelayaran tersibuk di dunia. Dengan potensi yang ada, sejak awal pengembangan Batam diarahkan pada sektor industri pengolahan, alih kapal, penumpukan logistic.





Wilayah

Pesantren

Pesantren di Propinsi Kepulauan Riau


Pengurus Nahdlatul Ulama

Pengurus NU di Propinsi Kepulauan Riau


Tokoh

Sumber : • http://www.depdagri.go.idhttp://www.bi.go.idhttp://www.kepriprov.go.idhttp://ujp.ucoz.com

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox